PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas berbalik jatuh di sesi perdagangan Eropa pada hari Kamis, setelah tadi pagi harga emas sempat beranjak naik. Dan para pelaku pasar masih menunggu keputusan kebijakan moneter Bank of England sore nanti.

Emas untuk pengiriman Agustus di divisi Comex Bursa Perdagangan New York merosot $11,05, atau 0,82%, diperdagangkan pada $1,332.55 per troy ounce pukul 14.06 WIB.

Sehari sebelumnya, emas menguat $8,30, atau 0,62%, setelah investor menilai kemungkinan pelonggaran moneter oleh bank sentral global.

Bank of England membuat pengumuman kebijakan pukul 18.00 WIB, Kamis sore, dengan beberapa analis mengharapkan penurunan suku bunga.

Ekspektasi pelonggaran lebih lanjut membesar setelah Gubernur BoE Mark Carney baru-baru ini menyarankan pemangkasan suku bunga dan stimulus tambahan yang mungkin akan diperlukan selama musim panas untuk mengimbangi terpukulnya ekonomi dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Sementara itu, di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe menandai paket stimulus fiskal baru setelah koalisinya yang berkuasa menang telak dalam pemilihan parlemen Majelis Tinggi. Gabungan koalisi lebih banyak berarti pembuat kebijakan dapat lebih mudah menyetujui paket stimulus fiskal yang lebih besar musim gugur ini untuk memacu perekonomian.

Di tempat lain, Bank Sentral Eropa juga diharapkan banyak untuk mengambil sikap pesimis dovish ketika mengadakan peninjauan kebijakan minggu depan.

Ekspektasi stimulus moneter cenderung menguntungkan emas, karena logam tersebut dipandang sebagai penyimpan dan pelindung nilai inflasi yang aman.

Pelaku pasar juga berspekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan biaya pinjaman tahun ini, meskipun dengan laporan pekerjaan AS yang optimis minggu lalu. Suku bunga berjangka saat ini menghargai 33% kenaikan suku bunga pada bulan Desember.

Logam mulia sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan bertahap suku bunga lebih tinggi dipandang kurang mengancam harga emas daripada rangkaian peningkatan yang cepat.

Harga emas melonjak ke posisi tertinggi lebih dari dua tahun di $1,377.50 pekan lalu, dengan ketidakpastian pertumbuhan global mengikuti voting Inggris keluar dari Uni Eropa membuat investor membanjiri aset safe haven.

Namun, ketidakpastian atas panggung politik Inggris Raya mulai berkurang setelah Theresa May dikukuhkan menjadi perdana menteri Inggris Raya pada hari Rabu kemarin, menggantikan David Cameron yang mengundurkan diri setelah referendum Brexit bulan lalu. Masih belum jelas apakah Pasal 50, yang memulai proses penarikan dari Uni Eropa, akan digunakan.

Harga logam kuning naik hampir 27% sepanjang tahun ini di tengah memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan membesarnya harapan bahwa bank sentral di seluruh dunia akan meningkatkan stimulus moneter untuk menangkal goncangan ekonomi negatif dari Brexit.

Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman September merosot 9,1 sen, atau 0,41%, diperdagangkan pada $20,32 per troy ounce di sesi awal perdagangan London, sementara tembaga berjangka naik 1,6 sen, atau 0,71%, ke $2,256 per pon. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES