PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya di perdagangan Eropa pada hari Senin, tetap berada di dekat tiga minggu terendah dengan dolar AS melayang di level tertinggi lebih dari empat bulan di tengah ekspektasi baru kenaikan suku bunga Federal Reserve di tahun ini.

Emas untuk pengiriman Agustus di divisi Comex Bursa Perdagangan New York jatuh ke sesi terendah $1,313.10 per troy ounce, tepat di atas level terendah tiga minggu di $1,310.70. Harga terakhir diperdagangkan di $1,324.50 pukul 13.52WIB turun $7,00, atau 0,53%.

Pada hari Jumat, harga kehilangan $7,60, atau 0,57%, dengan ekspektasi baru kenaikan suku bunga Federal Reserve di tahun ini mendorong dolar AS dan investor melihat peluang untuk membeli pada kenaikan pasar ekuitas daripada membeli aset safe-haven.

Logam kuning berkurang $4,40, atau 0,26%, pekan lalu, penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Dalam rangkaian data AS yang lebih baik baru-baru ini, diharapkan menghidupkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Suku bunga berjangka saat ini menghargai kesempatan 45% dari kenaikan suku bunga pada bulan Desember, dibandingkan kurang 20% dari seminggu yang lalu dan naik dari 9% pada awal bulan ini.

Bank sentral AS diharapkan tidak mengambil tindakan terhadap suku bunganya di akhir pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu, dengan pembuat kebijakan menunggu masalah hilang dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa . Tapi pelaku pasar akan menyimak pernyataan kebijakan Fed untuk mengetahui arah baru laju kenaikan suku bunga AS selama beberapa bulan ke depan.

Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan bertahap tingkat suku bunga yang lebih tinggi dipandang kurang mengancam harga emas daripada rangkaian peningkatan yang cepat.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik menjadi 97,59 pada hari Jumat, tingkat yang tidak terlihat sejak 10 Maret. Harga terakhir berada di 97,47 pada Senin pagi, didorong oleh prospek kebijakan moneter divergen antara Fed dan bank sentral global lainnya.

Penguatan dolar AS biasanya membebankan emas, karena mengurangi daya tarik logam kuning sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Logam kuning tetap terdukung di tengah spekulasi bank sentral di Eropa dan Asia akan meningkatkan stimulus moneter dalam beberapa bulan ke depan untuk menahan gejolak ekonomi negatif dari Brexit.

Emas naik hampir 25% sepanjang tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan ekspektasi stimulus moneter. Ekspektasi stimulus moneter cenderung menguntungkan emas, karena logam tersebut dipandang sebagai penyimpan dan pelindung nilai inflasi yang aman.

Harga emas melonjak ke posisi tertinggi lebih dari dua tahun di $1,377.50 pada awal Juli, setelah kekhawatiran seputar pertumbuhan global mengikuti referendum Inggris keluar dari Uni Eropa., membuat investor membanjiri aset safe haven. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES