PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas sedikit melemah di sesi perdagangan Asia dengan fokus prospek kenaikan suku bunga Fed tahun ini mendominasi sentimen pasar.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York 0,14% ke $,341,50 per troy ounce, sementara perak berjangka naik tipis 0,02% menjadi $18.862 per troy ounce.

Semalam, harga emas mengalami penurunan di sesi perdagangan Amerika, menyentuh dua minggu terendah di tengah indikasi bahwa Federal Reserve bisa segera menaikkan suku bunga di bulan depan.

Peluang kenaikan suku bunga jangka pendek membesar setelah wakil ketua Fed Stanley Fischer mengatakan pada hari Minggu bahwa ekonomi AS berada dekat dengan target bank sentral dalam hal pekerjaan penuh dan inflasi 2%.

Pidato Fischer hanya bagian terbaru dari retorika hawkish pejabat Fed tingkat atas. Pekan lalu, Presiden Fed San Francisco John Williams, Ketua Fed New York William Dudley dan Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart semua mengatakan kenaikan suku bunga bulan September mungkin terjadi.

Berdasarkan Perangkat Monitor Suku Bunga Fed Investing.com, investor menghargai kesempatan 18% dari kenaikan suku bunga pada bulan September, naik dari hanya 6% pada awal pekan lalu. Peluang Desember berada di sekitar 52%, dibandingkan dengan 46% pada hari Jumat.

Logam mulia sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, yang mengangkat biaya kesempatan memegang aset non-unggulan seperti emas batangan, sementara meningkatkan dolar dalam harganya.

Penguatan dolar AS biasanya membebankan emas, sebab mengurangi daya tarik logam kuning sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pelaku pasar terfokus pada pidato Ketua Fed Janet Yellen yang sangat diantisipasi pada pertemuan tahunan para bankir bank sentral tingkat atas dan ekonom di Jackson Hole, Wyoming, minggu ini tentang petunjuk baru waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya.  (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES