PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak kembali temukan pijakan di sesi perdagangan Eropa pada hari Kamis, setelah terjun lebih dari 4% di sesi sebelumnya akibat data persediaan AS yang pesimis meningkatkan kekhawatiran tentang kelebihan produksi minyak global.

Minyak mentah untuk pengiriman Agustus di Bursa Perdagangan New York menguat 52 sen, atau 1,16%, diperdagangkan pada $45,27 per barel pukul 14.52 WIB.

Sehari sebelumnya, minyak New York diperdagangkan anjlok $2,05, atau 4,38%, dengan data mingguan pasokan AS menunjukkan penurunan stok minyak mentah yang lebih rendah dari yang diharapkan dan peningkatan mengejutkan dalam persediaan bensin.

Badan Administrasi Informasi Energi AS mengatakan bahwa persediaan minyak mentah turun 2,5 juta barel pekan lalu menjadi 521,8 juta. Analis pasar mengharapkan penurunan stok minyak mentah sebesar 3,0 juta barel.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa persediaan bensin meningkat 1,2 juta barel, mengecewakan ekspektasi penurunan sebesar 432.000 barel, sedangkan stok hasil sulingan melonjak 4,1 juta barel, kenaikan mingguan terbesar sejak Januari.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka London, minyak Brent untuk pengiriman September naik tipis 40 sen, atau 0,86%, ke $46,66 per barel.

Pada hari Rabu, Brent berjangka London diperdagangkan merosot $2,21, atau 4,56%, mengikuti komentar pesimis bearish dari Badan Energi Internasional.

Kelebihan pasokan global minyak tidak dapat berkurang dan menjadi masalah besar bagi harga minyak mentah meskipun pertumbuhan permintaan yang kuat dan penurunan tajam pada produksi non-OPEC, IEA mengatakan pada hari Rabu.

“Meskipun keseimbangan pasar tergantung kepada kami, kelebihan persediaan minyak yang sangat tinggi mengancam stabilitas harga minyak baru-baru ini,” kata organisasi yang berbasis di Paris itu dalam Surat laporan pasar minyak bulanan yang dirilis sebelumnya. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES