Dolar Jatuh Dari Level 7-Pekan Tertinggi; Aussie Catat GainBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia April 2014 mencapai USD16,26 miliar. Angka ini mengalami peningkatan 11,93 persen dibanding Maret 2014. Namun, bila dibanding April 2013 mengalami penurunan 1,26 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, impor nonmigas April 2014 mencapai USD12,56 miliar atau naik 19,32 persen dibanding Maret 2014, sedangkan bila dibanding April 2013 turun 2,11 persen.

“Impor migas April 2014 mencapai USD3,70 miliar atau turun 7,55 persen dibanding Maret 2014, sedangkan bila dibanding impor April 2013 naik 1,76 persen,” jelas Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Secara kumulatif, nilai impor Januari-April 2014 mencapai USD59,49 miliar atau turun 4,23 persen jika dibanding impor periode yang sama di 2013. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas sebesar USD14,70 miliar atau turun 2,94 persen, dan impor nonmigas sebesar USD44,79 miliar atau turun 4,64 persen.

“Nilai impor nonmigas terbesar April 2014 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai USD2,35 miliar. Nilai ini naik 17,89 persen dibanding impor golongan barang yang sama Maret 2014,” jelasnya.

Selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada Desember 2013 dengan nilai mencapai USD4.221,6 juta dan terendah terjadi di Mei 2013, yaitu sebesar USD3.435,5 juta.

Sementara itu, nilai impor nonmigas tertinggi tercatat di Juli 2013, yaitu sebesar USD13.279,7 juta dan terendah di Agustus 2013 dengan nilai sebesar USD9.340,1 juta.

Artikel: kontakperkasa futures.