Indeks Berjangka Asia Menguat Merespon Gain Pada Bursa Saham ASIndeks berjangka Asia dan saham AS menguat di tengah volume perdagangan yang di bawah rata-rata di New York, sementara yen bertahan di dekat tiga bulan tertinggi terhadap dolar Amerika. Mata uang Thailand, Baht, melemah terhadap laporan bahwa tentara Thailand menyatakan darurat militer dan tembaga berjangka anjlok.

Berjangka pada indeks dari Australia hingga Hong Kong mengalami kenaikan setidaknya 0,1 persen dalam perdagangan baru-baru ini, dengan kontrak di Nikkei 225 Stock Average naik 0,8 persen pada pre-market di Osaka. Standard & Poor 500 turun 0,1 persen setelah sebelumnya 0,4 persen naik pada indeks AS. Yen menyentuh level terkuat sejak Februari di sesi terakhir. Baht melemah 0,6 persen setelah tembaga berjangka turun 0,1 persen.

Deklarasi yang disampaikan oleh tentara Thailand diumumkan sebelum fajar waktu setempat, menurut melaporkan dari Associated Press, mengutip pernyataan dari militer. Risalah pertemuan Reserve Bank of Australia bulan Mei akan diterbitkan hari ini, dengan sebuah surat kabar melaporkan bahwa S&P sedang mencari perbaikan dalam manajemen anggaran pemerintah. Singapura akan merilis data pertumbuhan ekonomi hari ini. Credit Suisse Group AG mengaku bersalah dan setuju untuk membayar denda sebesar US$ 2,6 miliar sebagai untuk membantu Amerika dalam kecurangan dari para warga negara Amerika dalam membayar pajak mereka.

Artikel: kontakperkasa futures.