Indeks Berjangka Nikkei Turun Jelang Risalah Pertemuan BOJIndeks berjangka Jepang jatuh, dengan pasar finansial lokal untuk melanjutkan perdagangan setelah libur selama dua hari terakhir karena yen mendekati level tiga pekan tertingginya menjelang rilis risalah dari pertemuan terakhir bank sentral Jepang (BOJ). Dolar Selandia Baru melemah sementara minyak mentah naik.

Indeks Nikkei 225 Stock Average berjangka turun sebesar 0,7 persen dari level penutupan pada 2 Mei lalu yang mendekati level 14.380 pukul 3 pagi di Osaka, dan turun sebesar 0,7 persen di Chicago. Indeks Standard & Poor 500 berjangka sedikit berubah pasca indeks turun sebesar 0,9 persen di AS. Sementara itu, yen Jepang berada di level 101.70 per dolar pukul 08:48 pagi di Tokyo setelah menguat sebesar 0,5 persen pada sesi terakhir, sementara dolar Selandia Baru turun sebesar 0,5 persen setelah Bank sentral merinci kondisi perekonomian negaranya yang mungkin di bawah ikut campur tangan. Minyak di New York naik sebesar 0,4 persen.

Laporan pendapatan yang mengecewakan dari American International Group Inc dan Twitter Inc yang turun sebesar 18 persen menyeret turun indeks saham AS, karena dolar melemah terhadap mata uang utama. Saham Alibaba Group Holding Ltd mengajukan apa yang bisa menjadi catatan penawaran umum perdana (IPO) AS setelah pasar tutup. Layanan data untuk Jepang dan Cina akan dirilis hari ini bersama dengan Hong Kong yang akan memulai perdagangan sahamnya pasca libur kemarin. AS mengancam menjatuhkan sanksi lebih terhadap Rusia seiring Rusia meminta Ukraina untuk menunda pemilihan presiden pada 25 Mei mendatang di tengah kekerasan yang sedang berlangsung.

 Artikel: kontakperkasa futures.