PT KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar jatuh ke posisi terendah satu minggu terhadap mata uang utama lainnya, Kamis, setelah Federal Reserve menetapkan suku bunga tidak berubah di akhir pertemuan kebijakannya pada hari Rabu.

Selain itu, The Fed memangkas jumlah kenaikan suku bunga dan mengharapkan kenaikan di tahun ini menjadi satu dari dua dan proyeksi kenaikan suku bunga yang kurang agresif di tahun depan dan tahun 2018.

Namun, bank sentral AS mengisyaratkan bahwa bisa mengetatkan kebijakan moneter sebelum akhir tahun jika pasar tenaga kerja terus membaik.

USD/JPY naik 0,42% ke 101,73, dari terendah satu bulan di 100,10 yang disentuh semalam.

Yen telah menguat setelah Bank of Japan tidak memangkas suku bunganya lebih jauh ke wilayah negatif atau memperluas program pembelian aset pada hari Rabu, namun beralih dalam menargetkan suku bunga sebagai cara untuk mencapai target inflasi.

EUR/USD menguat 0,35% ke 1,1229, tertinggi sejak 16 September, sedangkan GBP/USD maju 0,27% ke 1,3068.

Swiss franc juga lebih tinggi, USD/CHF menurun 0,46% menjadi 0,9694.

Dolar Australia lebih kuat, dengan AUD/USD naik 0,55% di 0,7667, sedangkan NZD/USD tetap stabil di 0,7339.

Dalam sebuah langkah yang diharapkan secara luas, Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah sebesar 2,00% sebelumnya, namun mengatakan bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan untuk meningkatkan inflasi.

“Proyeksi kami saat ini dan asumsi mengindikasikan bahwa pelonggaran kebijakan lebih lanjut akan diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi ke depan berada di tengah kisaran sasaran,” kata Gubernur RBNZ Graeme Wheeler.

Di tempat lain, USD/CAD turun 0,49% diperdagangkan pada 1,3036, terendah sejak 13 September.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,29% pada level terendah satu minggu 95,18. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES