Indeks Saham Berjangka China Turun Setelah Pertumbuhan Home-Price MelambatIndeks saham berjangka China turun ditengah kekhawatiran melambatnya pertumbuhan home price di China akan menyeret turun negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Indeks CSI 300 yang berakhir Juni, yang merupakan kontrak teraktif, turun 0.4 persen ke level 2,126.20 pada 9:18 pagi. Saham Poly Real Estate Group Co. di prediksi aktif setelah harga rumah baru naik di 44 dari 70 kota yang dilacak oleh pemerintah, yang merupakan terkecil sejak Oktober 2012. Saham China Minsheng Banking Corp. di prediksi aktif setelah UBS AG mengatakan hal itu menjadi waspada terhadap saham pemberi pinjaman setelah pemerintah memerintahkan pembatasan pada pinjaman antar bank. Saham Wuliangye Yibin Co. di prediksi turun setelah China Securities Journal melaporkan produsen minuman keras tersebut telah memotong harga retail.

Indeks Shanghai Composite naik 0,1 persen ke level 2,026.50 pada 16 Mei lalu, menghentikan gain 0,8 persen dalam seminggu. Indeks CSI 300 naik 0,1 persen pada 16 Mei. Sedangkan indeks ChiNext turun 2,2 persen di Shenzhen, memasuki bearing market setelah turun 21 persen dari rekor tertinggi di 1,558.62 pada 17 Februari.

Indeks Shanghai tersebut telah kehilangan 4,2 persen tahun ini karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan akan mengekang pendapatan dan potensi kembalinya penawaran umum perdana (IPO) akan mengalihkan dana. Regulator melarang setiap pengguna listing saham IPO sejak Januari karena proses reformasi untuk membuat penawaran yang lebih berorientasi pasar.

ChiNext telah anjlok 21 persen dari puncaknya di bulan Februari, terhadap keprihatinan valuasi yang terlalu tinggi karena ekonomi melambat.

Saham small-cap China merupakan ” kesempatan membeli tanpa diragukan lagi, ” setelah ChiNext memasuki bear market, Aaron Boesky, CEO Marco Polo Pure Asset Management di Hong Kong, mengatakan.

Artikel: kontakperkasa futures.