Inflasi Februari Jepang Menunjukkan Semakin Dekat Dengan Target PemerintahIndeks Harga konsumen Jepang naik untuk bulan kesembilan berturut-turut pada Februari, sementara tingkat pengangguran turun ke level terendah enam tahun. Ini memberikan dorongan bagi upaya Tokyo mendongkrak kembali ekonomi yang telah terganggu oleh deflasi selama bertahun-tahun.

Tidak termasuk harga makanan segar yang volatil, harga konsumen “inti” naik 1,3 persen per tahun pada bulan Februari, tingkat yang sama untuk Desember dan Januari, menurut kementerian urusan internal Jepang pada Jumat pagi.

Tidak termasuk harga energi dan bahan makanan, harga konsumen nasional naik 0,8 persen per tahun pada bulan Februari, sementara data terpisah menunjukkan tingkat pengangguran Jepang turun ke titik terendah sejak 2007, yaitu tahun sebelum terjadi krisis keuangan global.

Hasil ini merupakan kabar baik bagi kebijakan di bawah pimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe, yang dijuluki Abenomics, yang ditujukan untuk membalikkan penurunan harga dan pertumbuhan yang kecil. Tapi lompatan inflasi ini terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya energi pasca peristiwa kebocoran nuklir di Fukushima Jepang.

Impor bahan bakar fosil melonjak setelah bencana kebocoran nuklir Fukushima di tahun 2011 lalu, yang memaksa ditutupnya reaktor nuklir Negara tersebut.

Kenaikan harga konsumen Jepang ini muncul menjelang pemberlakukan kenaikan pajak penjualan mulai minggu depan, untuk yang pertama kali sejak akhir tahun 1990-an.

 Artikel: kontakperkasa futures.