PT KONTAK PERKASA FUTURES – Bek Chelsea Cesar Azpilicueta bicara mengenai sejumlah hal; termasuk soal kemampuannya main basket dan tenis, keinginan bisa berbahasa China, juga tentang pengalaman pertamanya dulu naik pesawat terbang.

Pemain internasional Spanyol kelahiran Pamplona 27 tahun lalu itu bergabung dengan The Blues pada musim panas 2012. Sebelum itu ia sempat pula merumput di Spanyol bersama Marseille dan menggawali karier profesional dengan Osasuna di negerinya sendiri.

Dalam wawancara dengan CheleseaFC.com, Azpilicueta ditanyai mengenai berbagai macam hal. Mulai dari Spanyol yang ia sebut “senantiasa menyambut pendatang sehingga bisa merasa nyaman di sana”, juga Pamplona yang menjadi tempat favoritnya di tanah Matador.

“Itu sebuah kota kecil. Aku tumbuh di sana dengan teman-teman sebayaku dan main untuk klub lokal, Osasuna, ketika aku memulai pada usia 12 tahun,” kata Azpilicueta.

“Saat aku main buat Osasuna, rasanya sudah seperti keluarga karena aku kenal semua orang di klub dan Pamplona, ke mana saja aku pergi, saat berpapasan di jalanan, aku mengenali mereka. Jika tidak maka saudaranya atau temannya. Maka rasanya jadi seperti kenal dengan semua orang dan semua orang mengenal diriku,” bebernya.

Kemampuan Azpilicueta mengolah si kulit bundar lain di luar lapangan sepakbola pun terungkap ketika ia ditanya mengenai olahraga populer di Spanyol–selain sepakbola.

“Basket, tenis. Itu adalah olahraga-olahraga yang sudah memberi kami banyak medali dan trofi, sehingga memberi orang-orang kegembiraan dan pengetahuan akan olahraga itu. Aku bisa memainkan keduanya, tapi tidak jago-jago amat. Aku takkan tiba-tiba mengalahkan Rafa Nadal!” kelakarnya merujuk pada petenis kenamamaan Spanyol.

Mengaku suka melihat kultur dari negara-negara berbeda, walaupun lebih memilih untuk berdekatan dengan keluarga di Spanyol saat ada waktu luang, pesepakbola dengan postur 1,78 meter/76 kg tersebut rupanya juga ingin belajar bahasa China.

“Aku bisa bahasa Prancis, Inggris, dan tentu saja Spanyol. Aku ingin bisa berbahasa China karena rasanya beda sekali. Itu merupakan salah satu bahasa untuk masa depan,” ceplosnya.

Azpilicueta kemudian mengenang masa-masa remajanya ketika mulai menembus tim nasional Spanyol di level remaja, yang juga memunculkan debutnya naik pesawat terbang sekaligus kali pertama dirinya meninggalkan Spanyol.

“Itu terjadi ketika aku dipanggil ke timnas U-16 untuk kali pertama. Kepergian pertamaku ke luar negeri adalah ke Portugal untuk main di sebuah turnamen. Aku bertemu seluruh tim di Madrid dan kami kemudian terbang ke Lisbon. Itulah pengalaman pertamaku naik pesawat,” ungkap Azpilicueta yang belum tahu akan berdiam di mana setelah tak lagi main sepakbola nanti. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES