PT KONTAK PERKASA FUTURES – Daniel Sturridge belum memberikan kontribusi maksimal untuk Liverpool. Dia dinilai kurang menunjukkan etos kerja yang cukup untuk ada di skuat utama The Reds.

Sturridge tak menjadi pilihan utama Juergen Klopp untuk mengisi lini depan Liverpool di Liga Inggris musim ini. Dia baru dipercaya bermain sebanyak delapan kali, tanpa kontribusi gol.

Hal itu bertolak belakang dengan fakta bahwa Liverpool merupakan tim paling tajam di Liga Inggris dengan raihan 30 gol dalam 11 pertandingan.

Sadio Mane menjadi top skorer sementara dengan torehan enam gol. Sementara Coutinho dan Firmino, sama-sama sudah mencetak lima gol.

Kemenangan besar Liverpool dengan 6-1 saat menghadapi Watford akhir pekan lalu menjadi ajang unjuk gigi Mane, Coutinho, dan Firmino. Mane menyumbangkan dua gol, Coutinho dan Firmino menyumbang satu gol.

Eks pesepakbola Inggris, Ray Wilkins, menyebutkan satu alasan mengapa Sturridge masih kalah tajam dibandingkan penyerang Liverpool lainnya.

“Satu-satunya hal yang memisahkan Daniel Sturridge dari Coutinho, Mane dan Firmino adalah etos kerja mereka yang luar biasa,” kata Wilkins di Sky Sports.

“Mereka bekerja tanpa bola. Daniel itu mencari posisi untuk mencari ruang, jadi dia bisa menyakiti lawan (saat Liverpool tak menguasai bola).”

“Apa yang dicari oleh Klopp merupakan etos kerja untuk menantang seluruh anggota tim untuk mencoba dan mendapatkan bola kembali.”

“Tapi, Daniel melihat itu dari sisi yang berbeda. Saya bisa dari sisi mana? Bisakah saya menyakiti mereka dari sana?”

“Itulah caranya bermain, tapi dia harus mempunyai etos kerja seperti itu agar dirinya bisa kembali ke tim Liverpool,” imbuhnya. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES