Investor Kehilangan Kepercayaan, Emas Catat Penurunan Tahunan Tertingginya Sejak 81Bloomberg (2/1) Emas berjangka, yang mencapai level enam bulan terendahnya pada hari ini, mencatat penurunan tahunan tertingginya dalam tiga dekade terakhir sejalan dengan membaiknya ekonomi yang mempengaruhi permintaan akan perlindungan kekayaan. Sementara itu perak menyentuh level terendahnya sejak bulan Juli lalu.

Bullion berjangka untuk pengiriman bulan Februari turun sebesar 0.1% diselesaikan pada level $1,202.30 per ounce pada pukul 1:39 siang di Comex, New York, pasca menyentuh level $1,181.40, level terendah sejak tanggal 28 Juni lalu. Harga telah mengalami penurunan sebesar 28% pada tahu ini. Para investor telah kehilangan kepercayaan pada logam sebagai sebuah tempat lindung nilai sejalan dengan ekuitas mengalami rally dan pemulihan ekonomi yang mendorong Federal Reserve memangkas pembelian obligasi bulanannya sebesar $85 miliar. Perak telah mengalami penurunan sebesar 36% pada tahun 2013 ke level $19.37 per ounce, penurunan tahunan tertingginya sejak tahun 1981.

Aset pada produk-produk yang diperdagangkan di bursa berbasis emas turun sebesar 33% ke level terendahnya sejak tahun 2009 ditengah penjualan oleh miliarder George Soros dan John Paulson. Penjualan sebesar 867.8 ton metrik di tahun 2013 merupakan lebih dari kombinasi arus masuk pada tiga tahun sebelumnya, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg. Indeks saham Standard & Poor 500 naik sebesar 29% dan ditetapkan untuk tahun terbaiknya sejak tahun 1997, saat IMF (International Monetary Fund) memberikan sinyal pada bulan ini bahwa ekonomi AS akan mengalami pertumbuhan lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Kekhawatiran mengenai pemangkasan stimulus dan kinerja yang membaik pada pasar ekuitas telah mempengaruhi emas pada tahun ini, menurut Bart Melek, kepala strategi komoditas dari TD Securities di Toronto. Tinggi aset safe haven telah menyusut dengan ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Harga akan turun pada level $1,125 menjelang bulan Maret tahun ini sejalan dengan tidak ada alasan guna membeli emas.
Perak berada pada kinerja terburuk keduanya pada Indeks Spot S&P GSCI dari 24 komoditas, yang mengalami penurunan sebesar 2.2%. Indeks MSCI All-Country World mengenai ekuitas naik sebesar 20%, sementara dollar naik sebesar 3.4% terhadap 10 mata uang lain. Indeks obligasi Treasury Bloomberg turun sebesar 3.2%.

 Artikel: kontakperkasa futures.