Investor Menimbang Data Ekonomi, Indeks S&P 500 NaikSaham AS menghapus kerugian, pasca indeks Standard & Poor 500 mengalami penurunan tajam dalam sepekan terakir karena investor mengamati perkembangan politik di Ukraina dan menimbang prospek pertumbuhan ekonomi global.

Indeks S&P 500 naik kurang dari 0,1 persen ke level 1,868.15 pukul 4 sore di New York, setelah mengalami penurunan sebanyak 0,7 persen pada sesi sebelumnya.

Saham AS turun sebesar 0,5 persen kemarin akibat merosotnya saham-saham komoditas seperti tembaga dan harga minyak di tengah menigkatnya kekhawatiran atas perekonomian China. Sementara itu, China mengumumkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5 persen pekan lalu, pertumbuhan terendahnya sejak tahun 1990 lalu dan setelah pembuat-panel surya gagal melakukan pembayaran bunga.

Amerika sebagai konsumen terbesar tembaga hingga kedelai, dijadwalkan akan merilis data output industri besok setelah laporan pada akhir pekan lalu menunjukkan penurunan tertajam dalam ekspor sejak tahun 2009 lalu.

 Artikel: kontakperkasa futures.