Jarvis Ungkap Tiga Faktor yang Membuat Lorenzo Pilih Ducati KontakPerkasa Futures, Jorge Lorenzo mengaku pindah ke Ducati demi mencari tantangan baru. Managing director Movistar Yamaha, Lin Jarvis, menyebut ada tiga faktor yang membuat Lorenzo memilih Ducati.

Yamaha sebenarnya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan Lorenzo. Mereka sudah menawarkan kontrak baru kepada pebalap Spanyol itu.

Akan tetapi, tawaran dari Yamaha itu bertepuk sebelah tangan. Lorenzo memilih untuk menerima tawaran pindah ke Ducati mulai musim depan. Dia telah menyepakati kontrak dua tahun dengan tim pabrikan Italia itu.

Keputusan Lorenzo itu membuat Jarvis kecewa. Dia menganalogikan hal ini dengan cara yang menarik.

“Ini seperti ketika Anda masuk ke sebuah diskotek dan Anda mengajak seorang gadis untuk berdansa dan dia memilih pria di sebelah Anda,” ujar Jarvis soal keputusan Lorenzo.

“Tentu saja kami akan lebih memilih Jorge bertahan. Hal itu tak perlu diragukan lagi. Dan semoga kami bisa menuntaskan musim ini dengan gaya yang kami miliki selama delapan tahun bersama,” tambahnya seperti dikutip Crash.

Sejak naik ke kelas MotoGP pada 2008, Lorenzo selalu membela Yamaha. Dalam 138 balapan bersama Yamaha sejauh ini, dia telah meraih 41 kemenangan dan 97 kali naik podium. Dia jadi juara dunia pada 2010, 2012, dan 2015.

“Ini adalah musim kesembilan kebersamaan kami dan kami meraih hasil yang sangat bagus. Saya sangat terlibat ketika Jorge datang ke Yamaha, jadi ketika Anda sampai pada akhir sebuah era, tentu saja itu adalah momen menyedihkan,” kata Jarvis.

Berdasarkan analisis Jarvis, Lorenzo memutuskan untuk meninggalkan Yamaha dan pindah ke Ducati karena tiga alasan.

“Kami telah menyusun proposal terbaik kami sebagai sebuah perusahaan dan Jorge pastinya mencari stimulus baru dan saya pikir mungkin ada tiga faktor yang membantunya membuat keputusan itu,” ujarnya.

“Dia mungkin mendapatkan proposal yang sangat bagus, mungkin lebih bagus daripada milik kami — itu adalah faktor penting. Saya pikir Ducati saat ini merupakan motor yang sangat kompetitif. Jadi, membuat perubahan tidak terlalu menakutkan,” lanjut Jarvis.

“Dan selain itu, menjadi nomor satu di tim berikutnya mungkin sesuatu yang menarik. Jadi, saya pikir itulah alasan-alasan kepindahan dia,” katanya. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.