BRNO, CZECH REPUBLIC - AUGUST 16:  Jorge Lorenzo of Spain and Movistar Yamaha MotoGP leads Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team during the MotoGP race during the MotoGp of Czech Republic - Race at Brno Circuit on August 16, 2015 in Brno, Czech Republic.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)

 KontakPerkasa Futures, Sirkuit Sentul berpeluang menggelar ajang balapan MotoGP jika memang jadi diadakan di Indonesia pada 2017 mendatang. Pertanyaannya apakah Sentul memang siap menggelar balapan motor kelas primer tersebut?

Sekitar bulan Mei lalu, CEO Dorna SL selaku penyelenggara MotoGP, Carmelo Ezpelata, datang ke Indonesia untuk bertemu Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Dalam pertemuan itu, Ezpelata membicarakan kemungkinan Indonesia menggelar lagi balapan MotoGP pada tahun 2017.

Indonesia pernah dua kali menyelenggarakan Grand Prix motor, yaitu di tahun 1996 dan 1997. Kala itu pebalap kelas 500cc yang menjadi penguasa Sentul adalah Mike Doohan (1996) dan Tadayuki Okada (1997). Valentino Rossi (125cc) dan Max Biaggi (250cc) juga pernah membalap di sini di kelasnya masing-masing.

“Buat kami ini sesuatu yang luar biasa bisa berada di sini. Kami sangat bangga menawarkan sejumlah negara untuk motoGP. Kami sudah menyepakati sejumlah hal, tapi masih ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi terkait fasilitas,” kata Ezpelata kala itu.

“Kami akan membuat perjanjian sampai 2021, tapi banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk Indonesia. Tapi kami menjanjikan akan bekerja sama dengan Kementerian terkait untuk menjadi bagian dari MotoGP. Penyelenggaran ini bukan hanya penting buat pebalap saja, tapi juga pabrikan-pabrikan motor. Kami berjanji akan bekerja bersama-sama,” sambung Ezpelata.

Memang belum ada kontrak yang diteken antara pihak Indonesia dan juga Dorna, sebab masih ada beberapa hal yang harus dikerjakan demi memenuhi persyaratan untuk menjadi tuan rumah MotoGP. Salah satu syarat terpenting tentunya ketersediaan sirkuit kelas internasional, yang memiliki standar MotoGP.

Bukan rahasia lagi jika Indonesia memang kesulitan menggelar balapan kelas internasional, mengingat minimnya sirkuit yang memadai. Satu-satunya yang sering digunakan acara balapan bertaraf nasional adalah Sirkuit Internasional Sirkuit, Bogor Jawa Barat.

 

Beberapa tahun lalu Sentul pernah menggelar ajang balapan A1 GP, namun saat itu kritik datang mengingat kondisi lintasan yang kurang oke. Apalagi, Sentul dianggap kurang “menantang” bagi para pebalap mengingat terlalu banyak lintasan lurus di sana.

Inilah yang kerap jadi benturan bagi para pebalap motor khususnya untuk bisa menyamai level para pebalap dunia. Contoh saja Spanyol, yang begitu mendominasi balapan MotoGP karena di negaranya terdapat banyak jenis sirkuit.

Namun, sebelum berpikir terlalu jauh untuk memiliki banyak sirkuit yang oke, lebih baik yang ada diperdayakan lebih dulu dan dipercantik agar nantinya dapat lampu hijau untuk menggelar MotoGP tiga tahun mendatang.

Bukan pekerjaan mudah bagi manajemen sirkuit Sentul mengingat butuh biaya besar untuk mempermak lintasan dan fasilitas pendukung lainnya. Namun, dengan adanya perhelatan ajang balapan rutin di sirkuit tersebut tiap tahunnya, bukan tak mungkin persoalan finansial bisa teratasi.

Salah satu balapan yang rutin diadakan adalah International Sentul Series of Motorsports (ISSOM), besutan ABM Enterprise, yang sudah digelar lima tahun belakangan ini.

Ajang balapan ISSOM ini dapat dikatakan mengundang antusiasme cukup besar, dengan ditandai banyaknya sponsor yang hadir di sana. Hal ini bisa jadi isyarat bahwa Indonesia bisa menggelar MotoGP dengan baik, ditambah lagi dengan animo masyarakat yang begitu tinggi pada olahraga tersebut.

Belum lagi dampak langsungnya pada peningkatan pendapatan negara saat digelarnya MotoGP. Kementrian Pariwisata (Kemenpar) beberapa waktu lalu memperkirakan angka kasar yang bakal didapat dari ajang tersebut adalah sekitar 91,73 juta dollar AS atau setara Rp 1,4 triliun.

 

“Sirkuit Sentul agar ke depannya bisa dimanfaatkan lebih baik lagi, kami melihat masih banyak potensi kegiatan lainnya yang terkait dengan penggunaan sirkuit, kami juga melihat bahwa dampak kegiatan dari Sirkuit Sentul ini akan luar biasa besar. Seperti apa yang dilakukan oleh ISSOM ini,” tutur Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementrian Perindustrian (Kemenperin), Soerjono, dalam acara pembukaan ISSOM seri ketiga, Minggu (23/8).

“Sirkuit Sentul pernah menjadi kebanggaan kita. Ke depannya agar bisa dimanfaatkan oleh siapapun yang terkait dengan perkembangan industri otomotif nasional, selain itu ini juga terkait dengan industri pariwisata. Kita bisa bayangkan dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini akan dapat meningkatkan citra dan nama Indonesia di mata Internasional, bahwa Indonesia juga memiliki sarana untuk melakukan kegiatan untuk melakukan kegiatan otomotif,” sambung Soerjono yang datang mewakili Menteri Perindustrian, Saleh Husin.

“Maka, kami berharap agar seluruh instansi pemerintah dan swasta lainnya untuk mendukung dan berupaya bagaimana agar Sirkuit Sentul ini lebih dimanfaatkan lagi.”

Dukungan pemerintah memang jadi faktor penting dalam terselenggaranya MotoGP nanti. Keseriusan dari mereka-lah yang ditunggu oleh Dorna, selaku penyelenggara MotoGP, karena balapan besar ini menyangkut banyak hal penting termasuk keselamatan para pebalap-nya.

Kini tinggal ditunggu saja apakah pemerintah, termasuk para penyelenggara olahraga otomotif seperti ABM Enterprise, benar-benar berani mewujudkan mimpi para penggemar Motogp di Indonesia.

“Melihat track record dari Sentul International Sirkuit pada setiap acara ISSOM yang kami selenggarakan, kami optimistis Indonesia dapat menjadi tuan rumah MotoGP,” CEO ABM Enterprise Vivi Montolalu.
“Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar untuk menggelar acara Moto GP, kami ABM Enterprise sangat mendukung jika Indonesia menjadi salah satu tuan rumah dari MotoGP,” lanjutnya.

“Perlu banyak dukungan dan juga rencana yang serius dari semua pihak, baik dari Pemerintah, pihak Sirkuit International Sentul dan juga penyelenggara. ABM Enterprise selalu siap dan mendukung demi meningkatnya motorsport Indonesia dimata dunia,” tuntasnya. (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.