PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak memperpanjang penurunan dari minggu lalu di sesi perdagangan Eropa pada hari Senin, akibat meningkatnya kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global setelah data menunjukkan bahwa jumlah pengebiran sumur minyak AS naik dalam minggu keempat berturut-turut di pekan lalu.

Minyak mentah untuk pengiriman September di Bursa Perdagangan New York jatuh ke sesi terendah $43,98 per barel. Harga terakhir diperdagangkan di $44,02 pukul 15.03 WIB, turun 17 sen, atau 0,38%.

Pada hari Jumat, minyak New York diperdagangkan jatuh ke $43,74, tingkat yang tidak terlihat sejak 10 Mei, di tengah tanda-tanda pemulihan kegiatan pengeboran AS yang sedang berlangsung .

Penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan Jumat malam bahwa jumlah pengeboran sumur minyak di AS pekan lalu meningkat 14 menjadi 371, kenaikan keempat mingguan beruntun dan peningkatan ketujuh kalinya dalam delapan minggu.

Kenaikan terbaru dalam kegiatan pengeboran AS tersebut memicu spekulasi bahwa produksi minyak dalam negeri AS bisa berada di ambang rebound dalam beberapa minggu ke depan, menggarisbawahi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan.

Bensin kehilangan $1,93, atau 3,83%, pekan lalu, setelah data pasokan mingguan menunjukkan peningkatan mengejutkan dalam persediaan bensin.

Menurut Badan Administrasi Informasi Energi AS, persediaan bensin naik 0,9 juta barel, harapan mengecewakan untuk penurunan 0,8 juta barel.

Meskipun berada di tengah-tengah musim puncak mengemudi di AS, stok bensin jauh di atas batas atas kisaran rata-rata, menurut EIA.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa jumlah persediaan minyak mentah AS turun 2,3 juta barel pekan lalu. Tapi di angka 519,5 juta barel, stok minyak berada pada tingkat historis tertinggi sepanjang tahun ini, kata EIA.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun tipis 14 sen, atau 0,3%, ke $45,95 per barel, setelah jatuh ke level terendah lebih dari dua bulan di $45,17 pada hari Jumat.

Brent berjangka London diperdagangkan turun $2,23, atau 4,03%, pekan lalu, akibat prospek peningkatan ekspor dari Libya dan Irak menambah kekhawatiran bahwa membanjirnya produk minyak akan mengurangi permintaan minyak mentah oleh penyuling.

Menurut para analis pasar di tengah melambatnya pertumbuhan permintaan global, peningkatan stok produk bahan bakar diperkirakan dapat menjaga harga di bawah tekanan dalam jangka pendek.

Pada minggu ini, pedagang akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu untuk mengetahui sinyal penawaran dan permintaan baru.

Pelaku pasar juga akan terus memantau gangguan pasokan minyak di seluruh dunia untuk mengetahui indikasi lebih lanjut dari keseimbangan pasar. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES