PT KONTAK PERKASADolar bertahan lemah pada hari Selasa setelah komentar perdagangan dari pemerintahan Trump membebani sentimen dan investor menunggu pandangan terbaru tingkat suku bunga dari Fed pada Rabu dini hari nanti.

The Fed mengindikasikan bulan lalu bahwa setidaknya tiga tingkat kenaikan untuk tahun 2017. Namun, pedagang tetap tidak yakin. Sebaliknya, pasar menghargai hanya dua kenaikan suku bunga selama tahun ini, menurut Perangkat Monitoring Suku Bunga Fed.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lain, anjlok 0,84% ke 99,58. USD/JPY tertekan turun 0,80% ke 112,86 setelah Bank of Japan pada hari sebelumnya menaikkan proyeksi pertumbuhan dan pertahankan kebijakan stabil. GBP/USD diperdagangkan naik 0,69% ke 1,2572.

EUR/USD melaju naik 0,92% ke 1,0792.

Sebelumnya, dolar jatuh terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Selasa karena euro yang melonjak setelah penasehat top perdagangan Presiden Donald Trump menuduh Jerman eksploitasi mata uang. Peter Navarro, kepala Dewan Perdagangan Nasional baru Trump, mengatakan Jerman menggerakkan euro “terlalu undervalued” untuk mengeksploitasi AS dan mitra dagangnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel menolak pernyataan itu, mengatakan bahwa Jerman tidak dapat mempengaruhi nilai euro, dan bahwa negaranya selalu menyerukan Bank Sentral Eropa harus memiliki kebijakan yang independen.

Dolar berada dalam tekanan jual tambahan setelah Trump, dalam pertemuan dengan kepala eksekutif dari beberapa produsen top obat, dikatakan perusahaan obat telah meng-outsource produksi dari pihak ketiga akibat devaluasi mata uang dengan negara-negara lain.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintahan baru berfokus pada mata uang sebagai bagian dari pendekatan perdagangan.

Investor juga tetap bergeming menyusul larangan perjalanan kontroversial Trump, yang memicu protes luas di AS dan menyebabkan pemecatan penjabat Jaksa Agung Sally Yates pada hari Senin, setelah ia mengatakan kepada pengacara Departemen Kehakiman untuk tidak mempertahankan kebijakan itu.

Sterling juga lebih tinggi terhadap dolar menjelang pertemuan Bank of England yang akan datang pada hari Kamis. BoE diperkirakan akan merevisi naik prospek inflasi dan pertumbuhan, namun ketidakpastian atas Brexit diharapkan membayangi prospek. (hnm) – PT KONTAK PERKASA