PT KONTAK PERKASA FUTURES – Ada tiga jenis musim yang berada dalam kalender sepakbola: musim reguler, pascamusim, dan pramusim. Tiap kompetisi memiliki definisi yang berbeda mengenai peraturan tersebut.

Pembagian musim tergantung pada kebijakan masing-masing pelaksana kompetisi, yang biasanya dikonsep dengan tujuan menghindari periode tertentu seperti musim panas.

Bulan Juli didefinisikan sebagai masa pramusim karena waktunya berdekatan dengan dimulainya suatu musim kompetisi. Seperti istilahnya, pramusim digunakan sebagai sarana latihan suatu kesebelasan untuk menyambut musim baru yang akan bergulir.

Meski demikian, pramusim tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempersiapkan fisik dan taktik. Menurut Dex Glenniza dari PanditFootball.com, dalam artikel berjudul “Mengapa Persiapan dan Latihan Pra-Musim Itu Sangat Penting?“, pramusim juga berguna untuk kepentingan bisnis.

Di masa sepakbola modern seperti saat ini, banyak kesebelasan yang melakukan pramusim dengan tur ke negara-negara yang jauh. Langkah ini pun disebut sebagai salah satu upaya untuk menambah pasar kesebelasan yang bersangkutan. Tidak hanya itu, banyak pihak lain yang menyelenggarakan turnamen pramusim seperti yang bisa kita lihat saat ini, salah satunya adalah International Champions Cup.

Pada 2016, International Champions Cup (ICC) yang diselenggarakan di Amerika Serikat, dan juga berbagai belahan dunia lainnya, telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Ibaratnya, manusia yang memasuki tahun keempat, ICC sudah menunjukkan banyak perkembangan, utamanya sebagai salah satu kompetisi pramusim terbesar dan termenarik di dunia, seperti yang diungkapkan oleh Forbes.

International Champions Cup dan Sejarahnya

Berbicara mengenai International Championsh Cup (ICC) tak akan menarik jika tidak membahas sejarahnya. Ide munculnya ICC dimulai oleh pertemuan antara Stephen M. Ross dengan Pemilik Relevant Sports, Charlie Stillitano, pada awal 2013 lalu.

Pertemuan ini disebut membahas mengenai ide menjadikan turnamen pramusim yang dulu hanya partai pemenasan menjadi kompetisi sepakbola kelas dunia. Selain itu, ide ini juga bertujuan untuk memfasilitasi penonton sepakbola Amerika Serikat yang meningkat secara signifikan sejak 2011.

Pada akhirnya kompetisi ini pun dilirik oleh Major League Soccer (MLS), selaku pengelola sepakbola di Amerika Serikat untuk dijadikan kompetisi tahunan, menggantikan World Football Challenge, yang sudah dilaksanakan sejak 2009. Edisi terakhir World Football Challenge sendiri memicu kekecewaan banyak penggemar sepakbola di Amerika Serikat. Pasalnya, format kompetisinya tidak jelas dan hanya beberapa kesebelasan saja yang bermain lebih banyak, seperti Real Madrid dan Chelsea.

International Champions Cup pun resmi digulirkan pada 27 Juli hingga 7 Agustus 2013. Edisi pertama International Champions Cup digelar dengan mengajak beberapa kesebelasan terbaik Eropa, di antaranya Real Madrid, Juventus, Chelsea, Inter Milan, AC Milan, Valencia, dan Everton. Tak ingin kehilangan magnet penggemar kesebelasan Amerika Serikat, pihak penyelenggara mengundang satu kesebelasan asal Amerika Serikat, Los Angeles Galaxy.

Setelah 12 hari diselenggarakan, International Champions Cup pun memasuki partai puncaknya. Laga yang mempertemukan Real Madrid dengan Chelsea ini disebut pihak penyelenggara sebagai partai pramusim dengan penonton terbanyak dalam satu pertandingan sejak kompetisi ini masih diberi nama World Football Challenge.

Setahun kemudian, International Champions Cup kembali digelar dengan tajuk International Champions Cup 2014. Tidak banyak yang diubah dari format dan jumlah peserta kompetisi ini. Meski demikian, bukan berarti International Champions Cup tidak menarik perhatian. Salah satu partai kompetisi ini antara Manchester United melawan Real Madrid (2/8/2014) di Michigan Stadium mengukir rekor sebagai pertandingan sepakbola dengan penonton terbanyak, yang total menghadirkan 109.318 orang.

Pengembangan pasar menjadi tujuan International Champions Cup jilid ketiga yang digelar pada tahun 2015. Hasilnya, disepakati bahwa International Champions Cup digelar di empat benua, tepatnya Australia, Asia (China), Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada), serta Eropa. Pilihan untuk melaksanakan International Champions Cup di empat benua menjadikan International Champions Cup sebagai kompetisi pertama yang digelar di beberapa benua.

Meski demikian, untuk menjaga agar pemasukan dari siaran televisi tetap terjaga, Relevant Sports, selaku pengelola ISC, tidak menjadikan pertandingan di setiap benua berbarengan.

Edisi paling baru adalah International Champions Cup 2016, yang disebut Relevant Sports sebagai kompetisi pramusim terbaik di dunia. Ambisi tersebut membuat Relevant Sports mempersiapkan kompetisi ini dengan matang. Persiapan pun dimulai sejak akhir Desember 2015.

Ekspansi pasar masih menjadi tujuan International Champions Cup, utamanya di edisi 2016. Salah satu cara mereka adalah dengan mengajak kesebelasan lokal seperti Melbourne Victory dan kuda hitam kompetisi Eropa, seperti Leicester City, untuk ikut serta.

Menggunakan Peran Serta Penggemar untuk Menarik Perhatian

Butuh usaha untuk menggaet pasar baru. Upaya tersebut pun diakui oleh Relevant Sports selaku penyelenggara International Champions Cup. Dalam International Champions Cup sendiri, ada dua pihak yang diperkenalkan ke pasar baru, yang pertama tentu adalah kesebelasan Eropa ke penonton sepakbola Amerika Serikat. Sementara pihak kedua yang diperkenalkan oleh International Champions Cup adalah kesebelasan Amerika Serikat ke penonton sepakbola Eropa.

Pengenalan kesebelasan Amerika Serikat ke penonton sepakbola Eropa sendiri baru mulai diinisiasi oleh Relevant Sports pada edisi ketiga International Champions Cup atau pada tahun 2015. Upaya tersebut diwujudkan Relevant Sports dengan mengajak tiga kesebelasan Amerika Serikat, Los Angeles Galaxy, San Jose Earthquakes, dan New York Red Bulls.

Di tahun 2015, Relevant Sports menggunakan peran serta penggemar untuk membesarkan kompetisi ini. Langkah tersebut dilakukan dengan cara mengajak penggemar kesebelasan yang berpartisipasi di International Champions Cup untuk dapat bekerja di turnamen ini. Penawaran yang menarik, bukan?

Upaya Relevant Sports untuk mengajak penggemar berperan serta di kompetisi ini sendiri terjadi usai mereka memulai kerjasamanya dengan salah satu situs lowongan pekerja, Indeed.

Kesuksesan Finansial yang Mengikuti Perkembangan ICC

Alasan finansial tak bisa dipungkiri menjadi salah satu alasan ICC dikembangkan tiap tahunnya. di tahun ini, mengundang kesebelasan lokal dan kuda hitam – selain kesebelasan besar – menjadi salah satu cara Relevant Sports melebarkan sayap International Champions Cup.

Upaya tersebut diakui oleh Charlie Stillitano, salah satu pemilik Relevant Sports. Dalam wawancaranya dengan World Soccer Talk, Stillitano mengatakan bahwa uang memang menjadi alasan mengapa International Champions Cup terus memperbesar pasar tiap tahunnya.

“Selain mengadakan kompetisi yang kompetitif, uang yang hadir dari sponsor yang ada serta hak siar televisi menjadi tujuan kompetisi ini,” ucapnya kepada World Soccer Talk.

Bukti berkembangnya International Champions Cup dari segi finansial bisa dilihat dari perkembangan sponsor yang melirik kompetisi ini. Betapa tidak, sponsor resmi mereka yang berjumlah lima di tahun 2015 meningkat menjadi 10 di penyelenggaraan tahun ini. Beberapa di antaranya bahkan termasuk perusahaan besar, seperti Gatorade, Under Armour, dan DHL. Sponsor baru tersebut bakal melengkapi susunan perusahaan besar yang menopang kompetisi ini sebelumnya, seperti McDonalds, Groupon, dan Indeed.

Meningkatnya sisi komersial International Champions Cup juga bisa dilihat dari sisi hak siar televisi. ESPN, yang sebelumnya hanya diwakili oleh ESPN Deportes (Spanyol), kini juga memasukkan perusahaan utamanya, seperti ESPN dan ESPN 2 (keduanya sama-sama untuk negara berbahasa Inggris). Total 65 televisi disebut menandatangani kesepakatan untuk menyiarkan International Champions Cup 2016. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES