Alasan Industri Beralih dari  Tenaga Manusia ke Robot | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Pelaku industri mengakui penyerapan tenaga kerja tak sebesar dulu. Meskipun ekspansi usaha tetap dilakukan dan realisasi investasi meningkat. Hal itu disebabkan, industri mulai mengarahkan pengembangan bisnisnya pada automatisasi atau penggunaan teknologi seperti mesin dan robot. Apa alasannya?

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, peningkatan penggunaan mesin menjadi hal yang harus ditempuh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi usaha. Saat ini industri tengah dihadapkan pada persaingan bisnis yang makin ketat sehingga menuntut efisiensi usaha yang tinggi.

“Dengan adanya automatisasi, perusahaan akan dapat berhemat biaya produksi sekitar 15-20%,” kata dia.

Irwan menegaskan, bahwa perusahaan belum pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 4.500 an karyawannya yang 85% berada di pabrik. Namun dia mengakui dengan pabrik yang semakin modern penyerapan karyawan tak lagi sebanyak dulu.

“Karyawan bertambah pasti, mungkin bertambah tapi enggak banyak. Misalnya buasanya 30% tapi 5%,” terangnya.

Selain itu, Irwan merasa semakin lama, semakin susah untuk mencari karyawan. Bahkan dia memprediksi dalam waktu 2 tahun perusahaan akan sangat sulit untuk mendapatkan karyawan.

“Saya perkirakan 2 tahun lagi enggak gampang cari pekerja. Karena lapangan kerja banyak. Sekarang aja saya cari pembantu rumah tangga susah,” tegasnya.

Perusahaan tekstil ternama, PT Pan Brothers Tbk juga mengakui hal itu. Perusahaan berencana menambah kapasitas pabrik tahun ini sebanyak 20 juta potong kain dari kapasitas yang ada saat ini sekitar 90 juta kain per tahun.

“Kita lihat kalau tidak ada aral melintang diharapkan sekitar 20 juta pcs tambahannya. Itu bisa kita lakukan baik dengan ekspansi pabrik atau bisa akuisisi pabrik baru,” kata Vice President Pan Brothers Anne Patricia Sutanto.

Dengan penambahan pabrik tersebut diperkirakan pekerja akan bertambah 7-8 ribu orang menjadi sekitar 45-46 ribu pegawai. Namun diakuinya penambahan karyawan itu tidak sebesar ketika pabrik masih manual.

“Kita masih banyak menyerap, memang enggak sebanyak dulu. Sebelum automatisasi pasti lebih banyak, dari sisi man power kurang lebih berkurang dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Salah satu alasannya, perusahaan harus mengedepankan efisiensi agar bisa lebih kompetitif. Sebab meski banyak menyerap tenaga kerja, persaingan di industri tekstil sangat ketat.

“Karena dengan automatìsasi karyawan lebih efisien, lebih produktif. Tapi itu mau tidak mau, karena kita harus kompetitif,” akunya. KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : finance.detik