Badai PHK Merajalela, Angka Kemiskinan Siap Membludak | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Pandemi virus Corona atau COVID-19 telah memporak-porandakan ekonomi nasional. Badai PHK dan pekerja yang dirumahkan akan berujung pada bertambahnya angka kemiskinan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa membahas hal itu dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat secara virtual. Dia mengatakan pemerintah saat ini fokus dalam mempercepat pemulihan ekonomi disamping melakukan reformasi sosial.

“Jadi, ini duet yang berbeda satunya melakukan reformasi, lebih khusus untuk kesehatan nasional, kemudian kita mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi tentu tidak bisa diabaikan gitu saja,” tuturnya dalam RKP Pusat secara virtual, Selasa (12/5/2020).

Salah satu yang menjadi fokus utama pemerintah dalam pemulihan ekonomi adalah terkait dengan lapangan kerja. Sebab pandemi yang terjadi saat ini telah menimbulkan banyak pengangguran. Meskipun datanya berbeda-beda.

“Saat ini orang yang dirumahkan, KADIN catat sekitar 6 juta. Kemnaker 1,7 juta tenaga kerja yang di-PHK dan Bappenas sendiri menghitungnya 2-3,7 juta. Bersama dengan itu, akan memunculkan barisan baru kemiskinan baru,” tuturnya.

Suharso menjelaskan, kemiskinan baru yang dia maksud adalah diakibatkan oleh masyarakat yang kehilangan pekerjaannya. Untuk itu, pemerintah fokus dalam memulihkan sektor investasi terutama di sektor padat karya dan terkait pariwisata yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Kita tahu persis mereka alami keterpurukan luar biasa, padahal penyerapan ke tenaga kerja luar biasa besar. Dan yang terakhir industri dan perdagangan. Khususnya industri manufaktur. Kita pulihkan kembali produktivitas, akselerasi industri substitusi impor dihidupkan, peningkatan ekspor, promosikan produk dalam negeri,” tuturnya.

Suharso pun mengusulkan agar adanya gugus tugas yang dibentuk secara khusus untuk melakukan promosi dan mendorong produk RI di luar negeri.

Sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy juga mengatakan bakal ada orang miskin kagetan. Apa itu?

Muhadjir mengatakan bakal ada banyak jatuh miskin gara-gara Corona merajalela. Dia menyebutnya dengan istilah masyarakat yang miskin kagetan.

Awalnya, Muhadjir bicara mengenai masyarakat yang akan menerima bantuan sosial. Selama ini sudah ada masyarakat yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mereka sudah rutin menerima bansos.

Namun, banyak pihak yang belum masuk DTKS, orang-orang ini lah yang disebut Muhadjir sebagai orang miskin kagetan.

“Yang tidak kalah penting adalah banyak yang belum masuk DTKS, mereka ini adalah masyarakat yang semula dikategorikan mampu tapi sekarang jadi jatuh miskin akibat COVID-19 atau saya sebut miskin kagetan, semula tidak miskin jadi miskin. Ini perlu verifikasi data baru untuk memastikan mereka dapat bantuan,” ungkap Muhadjir dalam siaran pers video, Jumat (8/5/2020).

Dia mengatakan kini pemerintah sedang fokus untuk menggalakkan jaring pengamanan sosial. Pasalnya dengan adanya pengetatan yang dilakukan di beberapa daerah, bantuan sosial dinilai menjadi hal yang penting diberikan oleh pemerintah.

“Perhatian Kemenko PMK sekarang lebih banyak ke jaring pengaman sosial. Karena begitu ada pengetatan PSBB terutama di DKI dan sekitarnya, tidak mungkin tidak segera disusul dengan memberikan bansos bagi orang yang sangat membutuhkan,” jelas Muhadjir.

Muhadjir juga menjelaskan berbagai upaya jaring pengamanan sosial yang dibuat pemerintah. KONTAK PERKASA FUTURES

detik.com