Harga Emas Dunia Nyaris Cetak Rekor Tertinggi Dalam 8 Tahun | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Harga emas terus meroket ke level tertinggi dalam hampir 8 tahun terakhir. Meningkatnya kembali kekhawatiran akan gelombang kedua virus Corona membuat investor ramai-ramai beralih ke safe haven, membuat harga logam mulia terus merangkak naik ke level tertinggi.
Pada perdagangan Selasa (30/6) kemarin, harga emas melonjak hingga 0,5% menjadi US$ 1,779.44 per ons. Harga emas sempat menyentuh titik tertingginya senilai US$ 1,785.46, tertinggi sejak Oktober 2012. Emas berjangka Amerika Serikat (AS) naik 1,1% menjadi US$ 1,800.5 per ons.

Komoditas emas memang sejak lama kerap dianggap sebagai pelindung nilai mata uang terhadap inflasi. Apalagi, sejak didorong oleh langkah-langkah stimulus dari pemerintah untuk menopang ekonomi yang hancur akibat pandemi COVID-19, membuat nilai mata uang terus merosot, namun tidak berlaku bagi emas.

“Fundamental bullish yang mendasari pasar emas tetap dan termasuk COVID-19 yang masih mendorong permintaan safe-haven, stimulus bank sentral yang telah menetapkan rekor dan dapat menyebabkan inflasi di masa depan,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff dikutip dari Reuters, Rabu (1/7/2020).

Komoditas logam lainnya juga mengalami kenaikan serupa. Platinum naik 1,5% menjadi US$ 817,83 per ons, tetapi tampaknya bakal mengalami penurunan bulanan pertama sejak tiga bulan terakhir dan sekaligus kenaikan kuartalan terbesar sejak September 2012.

Palladium juga merangkak naik 1,4% menjadi US$ 1,929.55 per ons. Meski naik, level tersebut ditetapkan sebagai penurunan empat bulan dan terburuk sejak September 2011.

Perak juga naik 1,5% menjadi US$ 18.13 dan berada di jalur terbaik sejak akhir 2010. KONTAK PERKASA FUTURES

detik.com