Mantan Bos Astra Bagi-bagi Kisah Sukses di Depan Para CEO | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Siapa yang tak kenal Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat. Mantan bos Astra Group yang kini menggarap bisnis dengan bendera Triputra Group ini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Di Depan para CEO, TP Rachmat berbagi kunci suksesnya ketika membangun karir di Astra hingga menjadi pengusaha saat mengembangkan Triputra Group. Menurutnya kunci utama yang membawa dirinya bisa menajdi seperti saat ini adalah memiliki pemikiran terbuka dan rajin membaca.

“Jadi kita harus mau mengubah diri kita. Menurut saya kekuatan saya sendiri ya karena open mind dan mau belaharm Setiap hari saya baca koran minimal 2-3 jam. Dengan membaca kita bisa ikuti terus perkembangan zaman,” ujarnya dalam acara CEO Network 2018, Senin (3/12/2018).

Untuk pengalaman, pria kelahiran Majalengka 15 Desember 1943 itu tentunya juga pernah mengalami jatuh bangun. Namun menurutnya itu adalah hal biasa, yang terpenting bagaimana bisa introspeksi diri agar tak melakukan kesalahan yang sama.

“Pokoknya jangan membuat kesalahan yang sudha pernah dibuat,” tambahnya.

Jika dilihat dari cerita hidupnya juga terlihat cukup aneh, ketika TP Rachmat yang sudah menduduki puncak karir menjadi bos di Astra kemudian mundur dan masih semangat untuk mendirikan bisnis. Dia diketahui mendirikan Triputra Group pada 1998 setelah sejak 1968 dia memulai karir di Astra sebagai salesman hingga menjadi Direktur Utama di 1984.

“Saya justru memulai bisnis sendiri pertama kali itu pada usia ke 60 tahun,” imbuhnya.

Dari cerita itu bisa diambil pembelajaran, bahwa tidak ada kata terlambat jika ingin menjadi pengusaha. Dia juga melakukan hal itu karena ingin hidup tenang di masa tua.

“Misi saya kalau orang pensiun bisa santai main golf atau main sama cucu. Kembali saya berpikir itu, oh ya jadi pengusaha,” ujarnya.

Mungkin bagi sebagian orang percaya orang-orang yang sukses seperti TP Rachmat memiliki hoki yang tinggi. Tidak salah, dia juga percaya akan hoki. Tapi pengertian hoki yang dia percaya berbeda.

“Hoki adalah pertemuan antara kesempatan dan kesiapan. Kebetulan saat kesempatan datang saya lebih siap. Siapa yang siap? Ya yang belajar lebih banyak, itu yang lebih siap dan opportunity pasti datang,” terangnya.

Dari penjelasannya itu maka bisa diartikan bahwa percuma berharap hoki datang jika tidak melakukan persiapan yang matang. Untuk itu dia menyarankan siapkan misi dan strategi secara matang untuk menyambut kesempatan yang datang secara tiba-tiba.

Terkahir, dia berpesan kepada generasi milenial. Jika ingin sukses berbisnis sebenarnya cukup mudah, cukup mengadopsi bisnis yang sudah sukses di luar negeri untuk diterapkan di Indonesia.

“Sebenarnya apa yang suksus di luar negeri ya pasti sukses di Indonesia ya tiru saja, sudah tiru saja,” tutupnya. KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : finance.detik