Masa Kecil Orang Terkaya Ketiga Dunia yang Penuh Lika-liku | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Siapa tak kenal Warren Buffett? Investor ulung pendiri Berkshire Hathaway ini merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Forbes mencatat kekayaan Warren Buffett saat ini telah mencapai US$ 84 miliar setara Rp 1.176 triliun (kurs: Rp 14.000).

Buffett berada di urutan ketiga setelah Jeff Bezos bos Amazon dan Bill Gates pendiri Microsoft. Dengan kekayaan yang begitu besar, sudah menjadi hal yang wajar jika Buffett punya gaya hidup yang mewah. Namun, bagaimana hidup semasa kecil sang pialang ini?

Mengutip Investopedia, Senin (8/4/2019). Warren Buffet lahir pada 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat (AS). Sedari kecil, Warren sudah menunjukkan minatnya pada dunia saham.

Sejak berusia 11 tahun, ia mengunjungi New York Stock Exchange dan membeli saham untuk pertama kalinya yaitu tiga saham dari Cities Service Preferred. Sudah tidak aneh jika akhirnya Warren membeli saham. Sebab, semasa kecil dia pernah menulis harga saham di papan tulis kantor ayahnya.

Bahkan, seseorang legenda yang merupakan teman dekat dengan Warren menyebutkan bahwa sang pialang saham ini berjanji akan melompat dari gedung tertinggi di Omaha jika pada usia 30 tahun tidak menjadi seorang jutawan.

Pada saat tempat kelahirannya terdampak oleh krisis. Warren tumbuh besar untuk menghargai nilai uang. Dia menjadi sosok yang hemat, bahkan ketika pindah ke New York untuk sekolah, dia tingga di YMCA untuk menghemat uang.

Ketika masih berusia 13 tahun, dia untuk pertama kalinya mendapat pekerjaan sebagai tukang koran. Dirinya juga mengambil sambilan sebagai penjual perangko, minuman bersoda, bola golf, dan majalah.

Warren menghabiskan masa remajanya di Washington DC. Sejak sekolah dasar hingga lulus sekolah tingkat menengah, Warren selalu menunjukkan kecenderungannya untuk bisnis. Semasa sekolah tingkat menengah pun, Warren sudah memulai bisnis penyewaan pinball.

Pada saat usia 15 tahun, Warren telah mengumpulkan US$ 2.000 dan digunakan sebagai modal membeli lahan pertanian seluas 40 hektar di Nebraska. Hebatnya lagi, dirinya mempekerjakan seorang buruh tani yang hasil garapannya digunakan untuk biaya sekolahnya di Universitas of Nebraska, dan lulus sebagai Master of Science bidang ekonomi di Columbia Buiness setelah ditolak oleh Havard Business School.

Setalah memiliki gelar, akhirnya dirinya kerja bersama Benjamin Graham seorang investor legenda yang menjadi mentornya saat masih sekolah. Pada saat itu juga, Warren kembali menetap di Omaha dan membeli sebuah rumah sederhana.

Pada tahun 195-1956, Warren adalah seorang salesman di sebuah investment fund. Pada tahun 1956, ia memiliki uang mencapai US$ 174.000 dan rumah. Di sinilah dirinya memutuskan untuk berhenti bekerja, pria yang pada saat itu berusia 26 tahun pun mulai mengasah kembali keahliannya sebagai pialang saham.

Dia masih memegang ucapannya sebagai jutawan di usia 30-an tahun. Dirinya pun mendirikan perusahaan yang diberi nama Buffet Partnership Ltd.

Dalam menjalankan perusahaanya, ada sebuah momen yang pertama dan paling dikenal serta berpengaruh dalam hidupnya adalah mengakuisisi Berkshire Hathaway pada tahun 1964. Berkshirer hathaway merupakan bisnis yang paling menguntunkan dengan pendapatan jutaan dolar, memiliki 12.000 karyawan, dan 15 pabrik.

Namun, Warren menutup sebagian usaha Berkshire Hathaway dan fokus mengembangkan perusahaan dengan mulai berinvestasi. Pertama kalinya, Warren membeli aset sebuah perusahaan media yaitu The Washington Post, lalau ada perusahaan migas yaitu Exxon, dan perusahaan asuransi yaitu GEICO. KONTAK PERKASA FUTURES