Rekomendasi Harga Emas 9 – 13 November 2020: Bullish Emas, Akankah Mencapai $2,000? | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Pasar emas sedang menuai keuntungan dari turunnya dolar AS ditengah keadaan yang tidak pasti karena belum jelasnya pemenang pilpres AS.

Metal berharga mulai rally pada hari Kamis dengan kenaikan harga lebih dari $50 ditengah ketidakpastian pasar dan melemahnya dolar AS karena hasil pilpres AS yang belum jelas.

Pada saat ini emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan di $1,954.80, naik 0.41% dalam sehari, merupakan keuntungan mingguan terbaik sejak bulan Juli.

Akhir-akhir ini emas mengikuti pergerakan yang berlawanan dengan dolar AS, krisis Covid – 19 dan pembicaraan mengenai stimulus. Ada perpaduan di dalam pembelian safe-haven emas. Kejatuhan dolar AS yang terjun bebas, membantu naik tinggi metal kuning pada hari Kamis.

Pergerakan harga minggu lalu menunjukkan bahwa para investor memposisikan the Fed yang akan terus mempertahankan tingkat bunga dekat nol dan dipandang sebagai faktor yang negatif bagi dolar AS.

Dengan ketidakpastian dalam pemilihan ini, datangnya gelombang kedua virus corona, emas bisa naik kembali ke level $2000 an per ons pada minggu ini.

Sekarang harga emas berada disekitar $1,950 – 55. Jika tertembus naik, bisa menuju $2,000. Ekonomi dunia dan AS sedang dalam kesulitan karena masih meningkatnya pandemik, paket stimulus masih akan terus dikeluarkan dan metal berharga akan diuntungkan.

Lebih banyaknya berita-berita penyelidikan sehubungan dengan banyaknya kecurangan yang cenderung terstruktur, sistematis dan masif yang direncanakan dari sejak lama, dan yang mengakibatkan penghitungan ulang suara bisa mengguncang pasar pada minggu ini, dan hal ini akan mendorong harga emas makin naik tinggi. Meskipun demikian, rally assets beresiko kelihatannya tidak akan terlalu terpengaruh.

Harga emas di $1,980 diidentifikasi sebagai resistance kunci yang sudah dianggap sebagai kondisi “overbought”.

Dolar AS kemungkinan akan terus kehilangan tenaga menjelang akhir tahun dengan para investor kemungkinan tetap bertaruh akan terjadinya rally pasar saham setelah pilpres AS ini berlangsung.

Minggu ini fokus pasar masih akan ada pada proses pemilihan presiden AS. Namun, setelah ini, perhatian akan berpindah ke angka coronavirus di Amerika Serikat yang mencapai rekor lebih dari 100.000 kasus per hari. Hal ini bisa memicu para Gubernur negara bagian menutup bar dan restoran lagi yang akan bisa mengakibatkan sentimen “bullish” bagi harga emas.

Datangnya musim dingin dan naiknya kasus coronavirus membawa kepada hal berikutnya yaitu perlunya stimulus fiskal.

Gubernur the Fed Jerome Powell menekankan kebutuhan ini pada hari Kamis minggu lalu selama konferensi pers yang diikuti dengan pertemuan kebijakan moneter yang tetap mempertahankan tingkat bunga tidak berubah. Powell mengatakan bahwa diperlukan kedua-duanya baik kebijalan moneter maupun fiskal untuk bisa membawa ekonomi kembali kepada level sebelum Covid – 19.

Kenaikan lebih lanjut akan berhadapan dengan “resistance” kunci di $1,962.37 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,973.54 dan kemudian  $1,997.74. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,938.17 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925.15 dan kemudian $1,900.95. KONTAK PERKASA FUTURES

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting