Kontak Perkasa – Kadang-kadang ada bisnis yang dirintis bersama keluarga atau kerabat dan kemudian berkembang dengan pesat; terkadang ada pula yang kandas di tengah jalan dengan meninggalkan luka perpecahan antara sesama rekan atau keluarga. Padahal tujuan semula dari perusahaan yang dibangun adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Sayangnya jika tujuan yang mulia ini tidak diiringi profesionalisme dan kerjasama tim yang baik dalam menjalankan bisnis, bisa jadi semuanya akan berantakan apalagi bila usaha telah berjalan, dengan segmen pasar yang jelas, dan keuntungan yang menarik telah ada di depan mata.

Di masa bisnis keluarga mulai mendatangkan hasil inilah saat yang paling rawan perpecahan karena telah menyangkut masalah uang. Seperti banyak kasus yang telah kita lihat atau dengar di media massa, uang adalah masalah yang paling bisa menyebabkan terjadinya perpecahan baik antara saudara, kerabat, apalagi dengan orang lain. Oleh karena itu, jika ingin membangun kerjasama tim yang baik dalam bisnis yang dibangun bersama saudara, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kesuksesan berbisnis dapat kita raih bersama.

  • Kesamaan visi

Memilih rekan untuk bekerjasama dalam tim sebaiknya dilakukan secara selektif untuk mendapatkan rekan bisnis yang memiliki kesamaan visi dan minat dalam bisnis. Untuk itu, pilihlah kerabat yang mempunyai hobby yang sama, keahlian yang sama, latar belakang pendidikan atau keterampilan yang sama yang akan menjadi bidang bisnis yang Anda tekuni. Ingatlah bahwa kerjasama tim akan bisa terbentuk jika para anggota mempunyai kesamaan tujuan.

  • Profesional

Dalam bisnis hendaknya Anda sejenak “melupakan” hubungan kekerabatan dalam keluarga. Jangan sakit hati jika saudara yang lebih muda yang menjadi leader dalam sebuah proyek jika memang ia mempunyai kompetensi yang lebih baik bagi Anda. Walaupun perusahaan yang Anda rintis berdiri dengan modal bersama, usahakan merekrut orang yang memang ahli di bidangnya dan bukan dengan alasan hubungan darah semata. Jika dalam keluarga memang belum ada orang yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan, jangan ragu untuk mempekerjakan orang lain demi kemajuan perusahaan.

  • Perjanjian

Loyalitas dalam kerjasama tim akan dapat terealisasi jika pembagian tugas dan keuntungan jelas bagi tiap-tiap orang. Akan lebih baik bila hal itu tertulis secara hitam di atas putih sehingga memiliki kekuatan hukum. Hal ini bukan berarti Anda tidak mempercayai kerabat  yang akan menjadi calon rekan kerja Anda, tetapi demi menghindari pertikaian antar keluarga jika kelak terjadi masalah seperti kebangkrutan, sengketa dalam saham, dan lain-lain.

  • Pisahkan keluarga dan bisnis

Salah satu hal yang bisa mengancam kerjasama tim dalam perusahaan keluarga adalah bila terjadi masalah keluarga di luar bisnis. Sedikit banyak masalah tersebut tentu akan mempengaruhi bisnis Anda, tetapi berusahalah seprofesional mungkin untuk memisahkan masalah keluarga dengan bisnis yang Anda jalankan bersama saudara. Dibutuhkan sikap yang terbuka dan keikhlasan untuk melakukan hal itu, tetapi jangan lupa bahwa semua hal dan masalah harus ditempatkan sesuai porsi masing-masing agar visi perusahaan bisa diraih.

Demikianlah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun kerjasama tim dalam bisnis bersama keluarga. Memang ada berbagai tantangan yang akan Anda alami jika merintis bisnis bersama keluarga, namun hal itu bukanlah mustahil untuk dilakukan. Di Indonesia, telah terbukti banyak perusahaan raksasa yang pada awalnya dirintis dari bisnis keluarga. Jadi jangan ragu lagi, mulailah bisnis idaman Anda bersama keluarga.