Koscielny Akui Prancis Rasakan Tekanan KontakPerkasa Futures, Menyandang status sebagai tuan rumah diakui Laurent Koscielny menghadirkan tekanan untuk Prancis. Tapi hal itu juga jadi motivasi tambahan bagi timnya.

Setelah 32 tahun, Prancis kembali jadi tuan rumah Piala Eropa. Menggelar turnamen di rumah sendiri di tahun 1984, Prancis kala itu keluar sebagai juara.

Kesuksesan menjadi tuan rumah kemudian diulang Prancis di Piala Dunia 1998. Tampil di hadapan publik sendiri, Les Bleus memenangi Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Setelah menjadi juara Piala Eropa 2000, Prancis belum mampu memenangi turnamen besar. Kini, menjadi tuan rumah di Piala Eropa 2016 disebut-sebut menjadi kesempatan emas bagi Prancis untuk mengangkat trofi.

“Punya kesempatan untuk tampil di kompetisi ini di Prancis itu sangat penting dan menyenangkan,” ujar Koscielny kepada Omnisport seperti dikutip dari Soccerway.

“Kami merasakan sedikit tekanan dari fans dan juga media. Ini beda dengan Piala Dunia 2014 di Brasil di mana kami bisa merasakan semangat dari orang-orang Prancis tapi itu tidak seperti apa yang kami rasakan saat ini,” lanjutnya.

“Kami sudah ke Biarritz, Nantes, dan Metz, dan kami bisa merasakan antusiasme. Semua orang bangga kepada tim dan itu adalah motivasi tambahan untuk kami.”

Persiapan Prancis menuju Piala Eropa kali ini diwarnai isu rasialisme. Keputusan Didier Deschamps untuk tak membawa Karim Benzema dan Hatem Ben Arfa membuatnya dituding rasialis.

Namun Koscielny menjamin bahwa permasalahan tersebut tak akan memengaruhi timnya. Isu yang berkembang di luar disebut Koscielny tak akan mengganggu fokus Prancis.

“Itu bukan masalah sama sekali. Beberapa hal mungkin mengganggu kami, tapi tapi yang lain tidak dan ini tidak mengganggu kami sama sekali,” ucap Koscielny.

“Kami punya tim yang bagus, kami punya hubungan yang baik di dalam dan luar lapangan. Kami tahu bahwa ini adalah kekuatan kami. Kami menyingkirkan hal-hal negatif,” katanya. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.