during the Serie A match between Hellas Verona FC and FC Internazionale Milano at Stadio Marc'Antonio Bentegodi on February 7, 2016 in Verona, Italy.

during the Serie A match between Hellas Verona FC and FC Internazionale Milano at Stadio Marc’Antonio Bentegodi on February 7, 2016 in Verona, Italy.

 KontakPerkasa Futures, Inter Milan tampil inkonsisten akhir-akhir ini sehingga terlempar dari tiga besar di papan klasemen. Pemain Inter di era ’70an, Roberto Boninsegna, menyalahkan sang pelatih, Roberto Mancini.

Sejak awal musim ini, Nerrazurri memang bermain dengan kurang meyakinkan. Akan tetapi, hal itu tidak terlalu dipermasalahkan lantaran Inter berhasil meraih kemenangan.

Akan tetapi dalam dua bulan terakhir, Inter menurun. Setelah mengalahkan Cagliari 3-0 di Coppa Italia (16/12/2015), Inter hanya meraih tiga kemenangan dalam 10 laga terakhir di seluruh kompetisi domestik.

Di Serie A, Inter hanya sekali menang dalam enam pertandingan terakhir termasuk saat diimbangi juru kunci Verona 3-3 pada akhir pekan lalu. Pada pertandingan itu, La Beneamata sempat tertinggal 1-3 sebelum diselamatkan oleh gol-gol Mauro Icardi dan Ivan Perisic.

Inter kini duduk di peringkat keempat klasemen dengan 45 poin, tertinggal 10 poin dari Napoli yang menempati Capolista dan satu angka dari Fiorentina di posisi ketiga. Inter juga berpotensi terdepak dari Coppa Italia setelah dihajar Juventus 0-3 di semifinal leg pertama.

“Ini jelas bukanlah sebuah tim Inter yang cantik,” kata Boninsegna kepada Itasportspress.it. “Minggu lalu, saya menyaksikan pertandingan di Verona dan saya tidak pernah melihat begitu banyak kekacauan dalam taktik.”

“Kegagalan memberikan perhatian pada bola-bola mati merugkan tim tiga gol. Jelas bahwa tim ini kurang seseorang dalam mengarahkan permainan, seseorang yang memimpin permainan. Mancini sering mengubah formasi dan ini mejelaskan masalah taktik Inter. Saya tidak pernah melihat sebuah tim Inter yang seimbang.”

“Mancini mungkin sedang kesulitan memimpin ruang ganti saat ini dan ini sering terjadi ketika ada banyak hal yang salah. Masa depan dia di Inter tergantung pada hasil-hasil karena klub mungkin punya keraguan kalau mereka sampai gagal lolos ke Eropa di akhir musim.”

“Bagi saya, pelatih harus bertanggung jawab karena semua pemain-pemain mereka adalah yang dia inginkan. Jadi kalau ada masalah maka dia [Mancini] yang salah,” sambung Boninsegna, yang sempat menghabiskan tujuh musim di Inter dengan mempersembahkan satu Scudetto. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.