PT KONTAK PERKASA FUTURES – EUR/USD turun sedikit pada hari Senin di hari perdagangan yang tenang, dengan investor terus meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga dari Federal Reserve di tahun 2016 ini setelah laporan pekerjaan yang kuat dari Departemen Tenaga Kerja AS pada akhir pekan lalu.

Pasangan mata uang ini diperdagangkan dalam kisaran ketat antara 1,1072 dan 1,1105 sebelum menutup sesi sore AS di 1,1084, turun 0,03% pada hari itu. Euro dalam laju kecepatannya di sesi keempat kemenangan versus Dolar AS selama lima hari perdagangan terakhir. Sejak pemilih di Inggris Raya memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum bersejarah pada tanggal 24 Juni, pasangan ini tetap berada dalam kisaran yang ketat antara 1,0950 dan 1,1236. Dalam kurun waktu tersebut, euro turun fraksional sebesar 0,30% dibandingkan rekannya Amerika.

EUR/USD kemungkinan mendapat support di 1,0959, terendah 27 Juli dan bertemu dengan resistance di 1,1233, tertinggi mulai tanggal 3 Agustus.

Pasar tenaga kerja AS menambahkan 255.000 upah pekerjaan non-pertanian pada bulan Juli, melanjutkan rebound dari periode yang lemah di bulan Mei ketika ekonomi AS hanya menambahkan 24.000 pekerjaan pada bulan tersebut. Dengan pasar tenaga kerja AS telah menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang luas dalam beberapa bulan terakhir, kemungkinan kenaikan suku bunga Fed dalam beberapa bulan mendatang telah berkembang pesat. Lebih khusus, pekerjaan dalam industri konstruksi yang tertinggal menguat lebih tinggi pada bulan Juli sebesar 14.000 untuk bulan itu, bahkan keuntungan pekerjaan di sektor pertambangan masih lemah. Pada saat yang sama, pekerjaan di kategori bantuan sementara, naik 17.000, memberikan indikasi bahwa sekelompok besar pekerja paruh waktu dapat berada di ambang mendapatkan pekerjaan secara waktu penuh. Ekonomi juga tampaknya didorong oleh lonjakan 0,3% upah per jam rata-rata, yang sekarang naik 2,6% selama 12 bulan terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap pada 4,9%, sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja naik tipis sebesar 0,1% menjadi 62,8%.

Pada hari Senin, perangkat Fed Watch CME Group (NASDAQ:CME) menempatkan kemungkinan kenaikan suku bunga bulan September oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 18,0%, naik tajam dari 9% di sesi Kamis lalu sebelum rilis. Probabilitas kenaikan suku bunga bulan Desember dari FOMC juga meningkat menjadi 40%, naik dari 29,4% di tengah pekan lalu. FOMC telah mempertahankan Suku Bunga Acuannya stabil pada tingkat antara 0,25 dan 0,50% di masing-masing lima pertemuan pertama tahun ini. Desember lalu, bank sentral AS itu menghentikan tujuh tahun Kebijakan Nol Persen Bunga dengan menyetujui kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade. Setiap kenaikan suku bunga oleh Fed tahun ini dipandang sebagai optimis bullish untuk dolar, karena investor asing menumpuk ke greenback untuk memanfaatkan hasil keuntungan yang lebih tinggi.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik lebih dari 0,20% ke intraday tertinggi 96,42. Indeks ini masih turun lebih dari 1% sejak mencapai level tertinggi empat bulan di 97,62 pada akhir Juli. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES