Lebaran, Bandara dan Maskapai Dikaji Buka 24 JamKementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara coba mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, pemerintah akan mempertimbangkan mengenai waktu operasional maskapai penerbangan hingga 24 jam dalam satu hari.

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Santoso Eddy Wibowo mengatakan, pihak Direktorat Perhubungan Udara tidak menutup kemungkinan menerapkan pengoperasian secara 24 jam, namun dilihat terlebih dahulu dari segi kesiapan maskapai dan bandaranya.

“Kalau memang memungkinkan bisa melayani sampai 24 jam, kita juga mempertimbangkan dengan fasilitas yang ada, yang penting keselamatannya,” kata Santoso di Hotel Penisula, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Tidak hanya itu, lanjut Santoro, melalui program extraflight juga dapat dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan penumpang saat masa Lebaran. Akan tetapi, hal tersebut pasti dilakukan karena setiap tahunnya program extraflight selalu diterapkan.

“Kita tiap tahun punya record itu mungkin kita tambah frekuensinya sekarang,” tambahnya.

Karena itu, dengan adanya lonjakan penumpang saat masa Lebaran, dirinya akan melakukan pengecekan kesiapan bandara dan maskapai terlebih dahulu.

“Masalah extraflight kita masih buka, jam operasi bandara kita pertimbangkan juga,” jelas dia.

Artikel: kontakperkasa futures.