TURIN, ITALY - FEBRUARY 23:  Paulo Dybala #21 of Juventus FC celebrates his goal with his team-mate Mario Mandzukic during the UEFA Champions League Round of 16 first leg match between Juventus and FC Bayern Muenchen at Juventus Arena on February 23, 2016 in Turin, Italy.  (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)

TURIN, ITALY – FEBRUARY 23: Paulo Dybala #21 of Juventus FC celebrates his goal with his team-mate Mario Mandzukic during the UEFA Champions League Round of 16 first leg match between Juventus and FC Bayern Muenchen at Juventus Arena on February 23, 2016 in Turin, Italy. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)

 KontakPerkasa Futures, Pada musim pertamanya menjadi pelatih Juventus, Massimiliano Allegri sukses mengantarkan timnya itu ke final Liga Champions. Meski punya mimpi menjuarai Liga Champions bersama Juventus, Allegri menyebutnya bukan sebuah obsesi.

Awalnya, Allegri sempat diragukan bakal sukses di Juventus. Bukan apa-apa, meski pernah sukses membawa AC Milan menjuarai Serie A, Allegri dianggap gagal pada musim terakhirnya di Milan dan akhirnya dipecat. Sementara, sosok yang ia gantikan di Juventus adalah Antonio Conte, yang sukses membawa Juventus menjuarai Serie A untuk tiga musim berurutan.

Namun, kalau melihat trek rekor Allegri di Milan, sesungguhnya ia bukanlah pelatih jelek. Pada tiga musim perdananya, Milan tidak pernah keluar dari tiga besar. Maka, sesungguhnya Allegri memang punya modal bagus untuk menangani Juventus.

Terbukti, dengan skuat yang sudah matang dan solid, ia langsung bisa mengantarkan Juventus menjuarai Serie A pada musim perdananya. Tidak hanya itu, ia juga bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan Conte: Membawa The Old Lady ke final Liga Champions, meski akhirnya kalah dari Barcelona.

Musim ini, kendati sempat terseok-seok di awal, Juventus berhasil menapak naik dan akhirnya memuncaki klasemen Serie A. Sementara di ajang Coppa Italia, mereka juga berhasil melaju ke final. Kini, tinggal Liga Champions yang harus ditaklukkan.

Masalahnya, Juventus mendapatkan lawan berat di babak 16 besar, yakni Bayern Munich. Pada pertemuan perdana di Turin beberapa pekan lalu, Juventus bermain imbang 2-2 dengan Bayern. Juventus bakal lolos jika bisa menundukkan Bayern di Allianz Arena pada 16 Maret mendatang.

Tentu, menundukkan Bayern di Munich bukan perkara mudah. Namun, Allegri tidak pesimistis. Namun, ia juga tidak mau memaksakan diri untuk langsung menjadi juara Liga Champions tanpa proses. Ia menyiratkannya dengan mengatakan Liga Champions adalah sebuah mimpi, bukan obsesi.

“Bayern adalah salah satu tim favorit di Liga Champions. Saya tidak mengindahkan kegagalan mereka meraih kemenangan dalam beberapa laga terakhir (di Bundesliga),” ujar Allegri seperti dilansir Soccerway.

“Liga Champions adalah sebuah mimpi, bukan obsesi.” (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.