Lima Lintasan Balap Paling BerbahayaPada 5 Oktober 2014, pembalap tim F1 Marussia, Jules Bianchi, mengalami tabrakan hebat di lintasan Suzuka, Jepang. Bianchi mendapat cedera serius di bagian kepala. Insiden itu pun menambah catatan kecelakaan di Suzuka. Selain lintasan Suzuka, Plasadana.com untuk YahooIndonesia.com menemukan sekitar lima lintasan balap berikut memiliki kasta paling berbahaya.

1.    Snaefell Mountain Course
Lintasan di Pulau Mann, Britania Raya, ini sebenarnya adalah jalan raya biasa. Terletak di daerah pegunungan menyebabkan kontur lintasan ini naik-turun dan berkelok-kelok. Hingga menghasilkan pemandangan luar biasa bagi penonton di televisi.

Namun pemandangan itu harus dibayar dengan jalanan sempit nan berbahaya. Lintasan yang melewati pemukiman ini pun tak memiliki unsur pendukung sirkuit. Seperti gravel, curbstones atau kerb. Akibatnya pembalap berisiko menghantam tembok pemukiman, trotoar, bahkan terlempar ke jurang.

Lintasan Snaefell Mountain Course mulai dipakai sejak 1904. Sepanjang 1949-1976, ajang Moto GP menggunakan lintasan itu. Begitu pula rally mobil RAC Tourist Trophy pada 1914 & 1922.

Asosiasi FIM, yang menaungi kejuaraan Moto GP, mencoret lintasan ini sebagai gelanggang. Pertimbangannya, karena sangat berbahaya. Kini lintasan itu hanya terpakai untuk balapan tahunan bernama Isle of Man Tourist Trophy serta Manx GP. Dan sekitar 225 pebalap telah berpulang di lintasan Pulau Mann itu.

2.    Nürburgring
Nürburgring dibuka pada 1927 dengan total panjang lintasan 28.265 kilometer. Memiliki kontur naik turun dan berliku, lintasan balap itu tampak asri karena deretan pepohonan. Terletak di Rheinland-Pfalz, Jerman bagian barat, sirkuit itu mendapatkan julukan The Green Hell.

Bayangan kekejaman lintasan itu terekam dalam film Rush. Sinema ini sendiri berasal dari kisah nyata perseteruan pembalap F1 Niki Lauda dan James Hunt. Serta kecelakaan yang dialami salah satunya pada 1976, di sirkuit itu. Sebagai rumah gelaran balapan F1, rekor tercepat lintasan masih dipegang tuan rumah, Michael Schumacher dengan 1:29.468 menit per lap.

3.    Assen
Assen adalah lintasan Moto GP di Kota Assen Belanda, sepanjang 4.542 kilometer. Sirkuit ini terancang untuk kecepatan tinggi. Lintasan yang sempit dengan dan tikungan kombinasi kiri-kanan yang cukup mendadak menuntut kelihaian pembalap bermanuver dengan kecepatan tinggi.

Jorge Lorenzo merasakan sulitnya lintasan yang dibangun pada 1949 itu. Ia terjerembab sehingga mengalami cedera tulang dan harus menjalani operasi. Walau berbahaya, Assen dianggap memiliki desain tontonan terbaik. Tribun penonton terancang dekat dengan lintasan untuk memberikan pandangan penonton menyeluruh.

4.    Circuit de Spa-Francorchamps
Lintasan yang berada di Francorchamps, Stavelot, Belgia itu mulai dipakai gelaran balapan dunia sejak 1950. De Spa memiliki total lintasan sepanjang 7.004 kilometer dan berlokasi di tengah Hutan Ardennes. Lintasan ini semakin horor karena faktor cuaca kerap tidak bisa diperkirakan di Francorchamps. Bahkan hujan bisa turun tiba-tiba kala matahari sedang terang-terangnya.

De Spa juga memiliki dua tikungan legendaris bernama La Source dan Eau Rouge. Keduanya menuntut akurasi pembalap menginjak rem. Karena pembalap melewati tikungan blindspot itu ketika berada di kecepatan maksimal. Hingga 2013, sekitar 45 kecelakaan terjadi di lintasan itu. Dan sedikitnya menewaskan empat pembalap Moto GP.

5.    Sirkuit Le Mans
Didominasi oleh lintasan sempit tikungan tajam, Le Mans mengharuskan pembalap sering menurunkan gigi hingga yang terendah. Kombinasi itu pun menyulitkan pembalap untuk menyalip dan mencuri posisi terdepan. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.