Makanan Biasanya untuk Bebek ini Diedarkan di Gresik dan Lamongan KontakPerkasa Futures, Makanan ringan tak layak konsumsi ini, menurut pengakuan pemiliknya diedarkan di daerah Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo.

Jenis makanan ringan yang diproduksi oleh Abdul Syukur jenisnya ada 10 jenis lebih, seperti cokelat wafer, mi intans, kerupuk dan lain-lain.

“Saya sebenarnya kasihan dengan peredaran ini karena yang dirugikan adalah konsumen dalam hal ini masyarakat,” ungkap Kapolres Sidoarjo Angotro Sukartono.

Tersangka dalam perkara ini akan dijerat Pasal 134 dan 135 Undang undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dengan makanan ringan yang saat ini banyak beredar menggunakan bahan baku sudah kadaluwarsa. Teliti sebelum membeli. Tentunya masyarakatbyang dirugikan,” imbau mantan Kapolres Nganjuk ini.

Pemilik home industry, Abdul Syukur mengatakan, ia memproduksi makanan ringan ini sejak tahun 2006. Bahan bakunya dari perusahan makanan ringan terkenal dan ada izinnya.

“Bahan baku ini semua layak dikonsumsi,” ujar Abdul Syukur.

Usaha yang digeluti sekitar 9 tahun ini beberapa kali mendapat penghargaan dari Pemkab Sidoarjo pada 2011 menjadi juara III dalam Pembinaan UKM dan pada 2012 mendapat juara I dalam Pembinaan UKM. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.