PT KONTAK PERKASA FUTURES – Cristiano Ronaldo mengakhiri Euro 2016 dengan trofi dan sejumlah rekor. Di sisi lain ada Thomas Mueller yang masih saja sukar bikin gol di Piala Eropa.

Aksi Ronaldo di atas lapangan partai final turnamen kali ini resminya memang cuma sampai menit ke-25, saat ia harus ditarik keluar karena cedera. Tetapi pada akhirnya bintang Portugal itu muncul sebagai juara bersama timnya.

Partisipasi Ronaldo di Euro kali ini sendiri tidak mulus-mulus amat. Sebuah komentarnya ke kubu lawan ketika Portugal berimbang lawan Islandia dan kegagalannya mencetak gol dari titik putih menghadapi Austria di antaranya membuat ia dapat sorotan negatif.

Pun begitu, pesepakbola 31 tahun itu bangkit dan memperlihatkan kemampuan. Ia memainkan peran tak kecil di laga-laga Portugal berikutnya.

Ronaldo membuat dua gol dan satu assist saat Portugal berimbang 3-3 dengan Hongaria, untuk memastikan satu tempat di fase 16 besar sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik. Ia lalu membuat satu gol dan satu assist ke gawang Wales di semifinal.

Bahkan saat sudah ditarik keluar di partai final Ronaldo tetap memainkan peran berbeda di tepi lapangan permainan dengan memberikan semangat dan arahan kepada rekan-rekan setimnya. Semua terbayar karena Portugal akhirnya juara; titel prestisius pertama Ronaldo dengan timnasnya.

Menurut catatan BBC, satu hal yang tercermin dari Ronaldo dalam perjalanan turnamen adalah daya juang dan kegigihannya–seperti sosoknya yang acapkali dinilai banyak kalangan sebagai pekerja keras. Simak catatan-catatan berikut ini:

– Ronaldo sudah melepaskan 122 tembakan di putaran final Euro, dua kali lebih banyak daripada pemain lain sejak 1980 (Thierry Henry, 52). Kini ia sudah melepaskan 43 tendangan bebas langsung di turnamen besar, walau gagal satu kali pun mengirimnya ke dalam gawang.

– Dengan menjebol gawang Hongaria, Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di empat putaran final ajang Piala Eropa (2016, 2012, 2008, dan 2004).

Cuplikan kisah lain, dengan nuansa kontras, mengetengahkan sosok Mueller di tim nasional Jerman. Dengan reputasinya sebagai salah satu pemain top dunia saat ini, secara khusus dalam urusan bikin gol, Mueller malah kembali mandul di Piala Eropa.

Tidak ada satu gol pun yang berhasil dibuat pemain 26 tahun itu dalam laju Die Mannschaft ke semifinal–bahkan dari titik 12 pas saat Jerman terlibat adu penalti dengan Italia di perempatfinal.

Hasil itu memperburuk catatan Mueller di ajang Piala Eropa, yang menjadi hal “buruk” saat membandingkannya dengan sepak terjangnya di depan gawang lawan pada Piala Dunia. Apalagi dua tahun lalu ia meraih Sepatu Emas di Piala Dunia 2014.

Simak catatan BBC berikut ini:

– Mueller tanpa gol di 11 pertandingan putaran final Piala Eropa (lima di Euro 2012 dan enam di Euro 2016).

– Bandingkan dengan 10 gol yang sudah berhasil ia buat dalam 13 pertandingan di putaran final Piala Dunia (masing-masing lima gol di Piala Dunia 2010 dan 2014).

– Mueller memiliki 44 sentuhan di area penalti tim lawan, lebih banyak daripada pemain lain.

(hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES