Marquez Jadi Samurai di MotegiMotegi – Marc Marquez melakukan perayaan gelar juara dunia yang unik di Sirkuit Motegi. Dia seakan-akan menjadi samurai, diserahi katana dan ‘menebas’ balon dengan hiasan nomor satu.

Usai melintasi garis finis MotoGP Jepang sebagai runner up di belakang Jorge Lorenzo, Marquez luar biasa girang di atas motornya. Meski cuma berada di posisi dua, keberhasilan dia finis di depan Valentino Rossi dan Dani Pedrosa cukup untuk mengantar dia menjadi juara dunia MotoGP untuk kali kedua secara beruntun.

Teriakan dan ekspresi girang sambil masih menunggangi motor merupakan awal dari perayaan panjang Marquez atas gelar juara dunianya. Dia melakukan victory lap sambil membawa bendera bernomor 93, kemudian dilempar ke udara oleh rekan-rekannya di garasi Honda dan dapat ucapan selamat berupa siraman sampanye dari Rossi dan Lorenzo di atas podium.

Yang paling menarik dari rangkaian perayaan tersebut adalah saat Marquez seakan-akan dinobatkan menjadi seorang samurai. Itu terjadi tak lama setelah dia menyentuh garis finis.

Berhenti di salah satu titik lintasan, Marquez menitipkan motornya dan kemudian berjalan menuju gravel. Di sana, dari arah berlawanan, datang seorang samurai berpakaian perang lengkap dengan ditemani dua wanita cantik dengan pakaian tradisional Jepang.

Samurai tersebut kemudian menyerahkan Katananya pada Marquez. Pedang itu lantas dipakai Marquez untuk memotong tali yang mengikat sebuah balon, di mana balon tersebut berhias nomor satu dan sepertinya merupakan perumpamaan atas diraihnya gelar juara dunia.

Diakui Marquez, perayaan tersebut sudah direncanakan sebelumnya. Namun bukan dia yang menyusun skenario karena semua sudah disiapkan oleh adik dan timnya di Honda.

“Satu bulan lalu saya mulai mendesain helm bersama desainer saya karena saya menyukai jiwa samurai,” sahut Marquez menceritakan ide awal munculnya samurai.

“Lalu di Aragon adikku (Alex) dan Hector (asisten) memberi ide itu dan ketika itu saya bilang pada mereka ‘Aku tidak mau mau tahu soal apapun, kalau kamu menyiapkannya, aku akan mau melakukannya,” lanjut Marquez di Crash.

“Pada akhirnya itu menyenangkan karena mereka tahu karena saya menyukai Samurai karena mereka memiliki ketepatan; saya tidak benar-benar tepat dan teliti tapi saya bisa mencontoh mereka,” tuntas Marquez. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.