Membandingkan Beban Pesepakbola dengan Atlet Olahraga LainSepakbola sering dianggap sebagai olahraga terberat untuk seorang atlet. Tak hanya jadwal bertanding sepanjang tahun, para pengolah si kulit bundar pun kadang menempuh jarak lebih panjang dalam satu tahun dari seorang pelari maraton.

Tetapi olahraga apakah sebenarnya yang paling menuntut fisik para atletnya?

Sangat sulit untuk menentukan ini karena setiap olahraga tentunya memiliki spesifikasi keahliannya masing-masing. Nah, mari lihat beberapa olahraga yang tergolong berat dan mari bandingkan dengan sepakbola.

Bersepeda

Seorang atlet sepeda profesional bisa melakukan balapan dari bulan Januari dan mencapai puncaknya pada Tour de France pada bulan Juli sampai Oktober.

“Secara umum, dalam satu tahun mereka bisa balapan dalam 80 sampai 90 hari,” kata Ken Matheson, seorang pelatih atlet balap sepeda. “Dengan durasi rata-rata 5 jam setiap balapan, itu berarti mereka bisa menghabiskan 400-500 jam bersepeda.”

Namun jam di atas belum termasuk latihan, yang bisa menghabiskan waktu 30-40 jam per minggu.

Seorang atlet balap sepeda membutuhkan kemampuan aerobik sangat tinggi. Hal ini akan senantiasa menjaga performa mereka dalam mengubah oksigen menjadi tenaga. Hal ini juga yang menjadikan stamina atlet sepeda tinggi.

Dengan tuntutan di atas, mereka juga membutuhkan kemampuan pemulihan tenaga yang cepat serta metabolisme yang efisien.

“Satu kali latihan, atlet profesional menempuh kecepatan sampai 32 kilometer per jam dan menempuh 3.000 meter tanjakan,” lanjut Matheson.

“Anda membutuhkan 2.000 kalori untuk melakukan latihan di atas.” Itu sama dengan sekitar 20 buah pisang.

Atlet sepeda bisa menjadi pemain sayap dan gelandang karena mereka memiliki daya tahan otot yang tinggi.

Rugbi

“Pada pertandingan rugbi, umumnya seorang atlet bisa berlari ke belakang sampai 5.747 meter dan berlari ke depan sampai 4.774 meter,” kata Jamie Harley, seorang sports scientist Newcastle United yang juga bekerja di olahraga rugbi (bukan American football).

“Itu setara dengan lari 100 sampai 200 meter per menit.”

Atlet rugbi umumnya membutuhkan kekuatan, daya tahan aerobik, dan kelincahan gerakan. Kita bisa menemukan banyak atlet rugbi berbadan besar namun memiliki kecepatan yang tinggi. Hal ini juga yang menyebabkan para atlet rugbi memiliki otot yang besar-besar.

Jika ada pemain bola seperti ini, maka akan sangat cocok untuk menjadi seorang gelandang bertahan bertipikal box to box yang sangat membutuhkan kekuatan.

Pelari 800 Meter

 

“Saya bekerja dengan banyak pelari 800 meter. Olahraga ini adalah olahraga sederhana yang sangat menuntut,” kata Sarah Gilchrist, seorang psikolog di English Institute of Sport.

“Anda harus memiliki kapasitas VO2maks tinggi, tepat pada batas kadar asam laktat”.

Asam laktat adalah indikasi jika kita sudah berada pada level kelelahan. Biasanya ditunjukkan dengan pegal-pegal dan keengganan untuk bergerak.

Pelari 800 meter membutuhkan daya tahan dan kecepatan tinggi. Dalam waktu singkat mereka senantiasa harus menjaga kecepatan tinggi.

Ini yang membedakan mereka dari para sprinter 100 atau 200 meter. Tak hanya melatih kekuatan, mereka juga harus memiliki sistem aerobik untuk bisa beradaptasi secara cepat.

“Mereka harus menjaga kecepatan tinggi pada waktu yang tidak singkat,” kata Gilchrist. “Tapi mereka juga harus melatih lari jarak jauh untuk mendapatkan dasar aerobik yang baik. Lalu, berlari kencang di trek yang intensif, melakukan latihan periodik, latihan di gym, dan juga latihan interval.”

Untuk membayangkannya, cobalah melakukan lari 200 meter sekencang-kencangnya, kemudian istirahat selama 30 detik, lalu lanjutkan latihan serupa (repetisi) sampai empat kali. Lakukan latihan ini sebanyak tiga set “saja”.

Pelari 800 meter sangat cocok menjadi pemain sayap yang harus terus mempertahankan kecepatan mereka selama 90 menit.

Badminton

 

“Badminton adalah olahraga dengan aktivitas berintensitas tinggi,” kata Gilchrist kembali. “Para pemain Badminton membutuhkan tubuh yang kuat untuk mengimbangi gerakan-gerakan yang repetitif”.

Fleksibilitas menjadi kebutuhan utama dari atlet badminton. Mereka dituntut untuk bisa bergerak menjangkau segala arah dengan kelincahan tinggi.

Mereka juga diminta untuk selalu memiliki daya tahan otot dikombinasikan dengan kemampuan aerobik yang baik pula, selain tentunya dilatih untuk memiliki refleks hebat.

Atlet badminton sangat cocok menjadi penjaga gawang. Mereka juga bisa bermain sebagai bek tengah yang lebih banyak bekerja membaca permainan lawan, ataupun penyerang yang pandai mencari dan memanfaatkan peluang.

Mendayung

Jarak dayung untuk Olimpiade adalah sejauh 2.000 meter. Pendayung elit dapat menempuh jarak tersebut dalam waktu lima sampai enam menit, tergantung dari jumlah pendayungnya.

Kapasitas paru-paru rata-rata orang dewasa adalah enam liter, sementara atlet dayung bisa mencapai 11 liter.

Selain kapasitas aerobik yang besar, atlet dayung juga dituntut utuk memiliki kekuatan dan daya tahan otot tinggi. Sementara itu, fleksibilitas juga jadi salah satu keunggulan lainnya.

 

 

Satu dari tiga jenis latihan atlet dayung adalah mendayung di danau sepanjang 30 kilometer dengan menggunakan intensitas 70 persen dari detak jantung maksimal.

Atlet dayung sangat cocok menjadi gelandang box-to-box yang secara 90 menit terus-menerus menjelajah lapangan.

Karate

“Karate adalah olahraga yang eksplosif,” kata Garry Palmer, seorang fisiologis. Karate menuntut kekuatan tubuh bagian atas maupun tubuh bagian bawah, ditambah kemampuan kardiovaskular.

“Saya menyuruh para atlet untuk melakukan latihan dasar dengan posisi kuda-kuda kemudian berlari, begitu seterusnya. Banyak yang kelelahan, namun kemampuan pemulihan mereka meningkat, begitu juga presentase kemenangan mereka,” tutupnya.

Karate membutuhkan kekuatan, kemampuan kardiovaskular, fleksibilitas, dan juga waktu reaksi yang cepat.

Atlet karate sangat cocok menjadi penyerang maupun penjaga gawang.

Formula 1

Balap mobil? Apakah wajar membandingkan balap mobil dengan olahraga sepakbola? Sebelum Anda curiga berlebihan, sebaiknya baca dulu penjelasan di bawah ini.

Dalam setahun, pebalap F1 harus menghabiskan 90 balapan dengan durasi sekitar dua jam setiap balapannya. Hal ini akan menguras mental dan fisik, terutama karena mereka harus melawan 3,5 kali gaya gravitasi.

“Mereka adalah satu dari beberapa atlet yang paling fit yang pernah saya temui,” kata Palmer. “Suatu kali Eddie Jordan pergi ke gym hotel di jam 3 pagi, dan Michael Schumacher sedang lari di treadmill.”

Stamina adalah satu hal yang sangat jelas yang dibutuhkan oleh pebalap F1. Mereka harus memiliki toleransi tinggi terhadap stres akibat panas. Secara umum, mereka juga memiliki kekuatan tubuh merata, terutama pada bagian inti tubuh dan leher.

Pebalap F1 sangat cocok menjadi penyerang ataupun bek tengah yang mengandalkan fisik dan kemampuan menyundul atau duel bola udara.

Triathlon (Renang, Sepeda, dan Lari)

Ini adalah olahraganya para dewa. Atlet triathlon harus berenang, bersepeda, dan berlari pada satu perlombaan yang sama.

Pada tingkat tertinggi, atau biasa disebut Ironman, mereka harus berenang sejauh 3,8 kilometer, bersepeda sejauh 180 kilometer, dan menyelesaikan lari marathon (42 kilometer). Aktivitas ini membutuhkan tingkat kebugaran yang sangat amat tinggi sekali (terdengar berlebihan, tetapi memang demikian kenyataannya).

“Selain kemampuan paru-paru, daya tahan terhadap tekanan air juga dibutuhkan. Kemudian mereka harus menundukkan tubuh dan kaki mereka pada saat bersepeda, sementara berlari marathon juga membuat hamstring dan betis mereka giat bergerak,” seperti yang dijelaskan oleh Ironman veteran, Mark Kleanthous.

Mental sangat berpenagruh bagi atlet triathlon. Mereka tidak harus cepat, namun harus memiliki daya tahan otot yang tinggi sehingga bisa menjaga stamina dan menghindari kelelahan.

Mempelajari teknik yang baik sangat disarankan agar seluruh gerakan menjadi efisien sehingga dapat mendistribusikan tenaga secara merata.

Atlet triathlon adalah atlet yang paling diagungkan di dunia olahraga. Namun, ternyata kemampuan mereka yang merata malah membuat mereka tidak memiliki spesialisasi kecuali kemampuan mental mereka.

Para Ironmen pasti menjadi pemain dengan mental tertinggi di permainan sepakbola.

Sepakbola Secara Keseluruhan

Sepakbola memiliki ukuran performa fisiknya sendiri. Kita bisa membandingkan sepakbola dengan olahraga lain, tetapi sebenarnya (untuk ukuran atlet profesional) sepakbola dan juga olahraga lainnya adalah hal yang sangat berbeda.

Sebuah tim sepakbola bisa menempuh 115 sampai 123 kilometer setiap pertandingan, dengan rata-rata tiap pemain bisa menempuh 10 sampai 13 kilometer tergantung dari posisi mereka.

“Pemain sepakbola membutuhkan sistem energi aerobik yang terencana, yang bisa kita bangun pada saat pertandingan maupun latihan dengan menggunakan variasi antara ‘kucing-kucingan’ dan latihan berlari,” kata Jamie Harley.

Pemain juga butuh untuk meningkatkan kapasitas aerobik untuk menjalani lari pada intensitas tinggi dan menjaga kecepatan sprint. Secara umum, pemain sayap adalah atlet sepakbola dengan intensitas gerak yang paling tinggi, sementara bek tengah dan penjaga gawang menjadi yang paling rendah.

“Idealnya, ketika tidak bermain pada tengah pekan, tim akan berlatih pada Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat, dengan hari untuk pemulihan (recovery) pada Rabu dan Minggu,” lanjut Harley.

Latihan pemain sepakbola adalah latihan periodisasi termasuk latihan volume tinggi ke rendah dan latihan intensitas, dipadukan dengan latihan dasar kekuatan dan pengkondisian di gym, lalu terakhir adalah sesi pemulihan.

Ini sama dengan 8-9 jam latihan fisik setiap minggu, ditambah latihan permainan 90 menit setiap hari.

Membayangkan sepakbola, permainan yang akrab dengan keseharian kita, terkadang olahraga ini terlihat demikian mudah. Bahkan, dengan sepakbola yang telah bergerak menjadi hiburan, kadang kita melupakan bahwa mereka adalah atlet yang memiliki kemampuan jauh di atas kemampuan manusia rata-rata.

Sekarang bayangkan Anda adalah atlet sepakbola. Melelahkan, bukan? (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.