PT KONTAK PERKASA FUTURES – Sementara Juventus melaju kencang, Inter masih berjalan dengan terbata-bata. Pertemuan mereka akhir pekan ini bisa menjadi pengukur, seberapa jauh jarak keduanya.

Juventus langsung melesat. Tiga kemenangan dalam tiga pertandingan membuat mereka memuncaki klasemen sementara Serie A dengan nilai 9. Di luar itu, mereka sudah mencetak 6 gol dan kebobolan 2 gol.

Inter, sementara itu, cukup kesulitan. Mengawali musim ini dengan kekalahan, Inter saat ini duduk di posisi ke-11 klasemen Serie A dengan koleksi nilai 4. Kemenangan 2-1 atas Pescara sempat menjadi pertanda bagus buat Inter, tapi kekalahan 0-2 dari Hapoel Be’er Sheva memukul mundur Inter kembali.

Inter dinilai tampil bagus kala mengalahkan Pescara. Permainan mereka disebut menghibur. Tetapi, oleh Hapoel Be’er Sheva, mereka diingatkan kembali bahwa tim anyar mereka saat ini masih membutuhkan waktu untuk benar-benar nyetel.

Kekalahan tersebut menunjukkan, Inter belum sembuh benar. Masih ada masalah yang membayangi mereka. Pelatih La Beneamata, Frank de Boer, heran melihat timnya kerap panik begitu tertinggal lebih dulu.

“Kami kerap kehilangan bola terlalu mudah dan kami sangat ceroboh,” ucap pelatih yang mengantarkan Ajax menjuarai Liga Belanda sebanyak empat kali tersebut.

Berbeda halnya dengan Juventus. Di Serie A, mereka tampak padu. Duet Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala di lini depan. Satu-satunya kekurangan Juventus tinggal urusan buang-buang peluang.

Pada laga melawan Sevilla di matchday I Liga Champions, Juventus melepaskan 16 attempts, tetapi hanya 4 yang mengarah tepat sasaran. Sudah begitu, 4 attempts on target itu semuanya dimentahkan oleh kiper Sevilla, Sergio Rico.

Kritik lain yang ditujukan pada Juventus ketika menghadapi Sevilla, pelatih Massimiliano Allegri terlalu berhati-hati dan enggan mengambil risiko. Analisis dari Pandit Football di About The Game menyebutkan, Allegri terlambat melakukan pergantian pemain untuk bermain lebih berani.

Dari segi masalah, apa yang dihadapi Juventus memang tidak seberat yang dialami Inter. Nerazzurri, dengan pelatih anyar yang persiapan pramusimnya tidak terlalu panjang, tidak dipungkiri masih butuh waktu.

Untuk itu, laga di Giuseppe Meazza, Minggu (18/9) malam pukul 23.00 WIB, bisa menjadi tolok ukur, sejauh apa Inter dari performa yang dibayangkan De Boer. Apalagi lawannya adalah Juventus, si juara bertahan yang notabene adalah kandidat terkuat untuk kembali menjadi juara musim ini.

Pada laga lainnya, AC Milan akan bertandang ke markas Sampdoria. Pelatih Milan, Vincenzo Montella, menghadapi tim yang pernah dibesutnya dan juga pernah membesarkan namanya sebagai pemain.

Sedangkan Napoli akan menghadapi Bologna, yang mulai menunjukkan peningkatan. Dalam tiga pertandingan perdana Serie A musim ini, Bologna meraih 2 kemenangan dan 1 kekalahan. Sebagai tim yang musim lalu finis di urutan ke-14, start tersebut terbilang bagus untuk Bologna. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES