Menteri OPEC Mengatakan Pasar Minyak Bergerak di Arah Yang Benar KontakPerkasa Futures, Menteri-menteri OPEC berkumpul di Wina untuk pertemuan dua tahunan kelompok, dan mengatakan pasar minyak bergerak ke arah yang benar setelah kelimpahan pasokan menghilang.

Sementara Arab Saudi – arsitek dari kebijakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak saat ini – tetap diam, menteri dari Uni Emirat Arab dan Nigeria mengisyaratkan bahwa strategi membiarkan harga rendah menghapuskan surplus produksi berfungsi.

“Dari awal tahun sampai sekarang, pasar telah mengoreksi kenaikannya sendiri,” Menteri Perminyakan U.A.E. Suhail Al Mazrouei kepada wartawan di Wina, pada hari Selasa. “Pasar akan memperbaiki sendiri harga yang adil untuk konsumen dan produsen.”

Komentar mereka, yang dikumandangkan oleh rekannya dari Nigeria, menyarankan optimisme baru di antara produsen setelah harga minyak naik lebih dari 85 persen di New York sejak menyentuh level terendah 12-tahun pada bulan Februari. Masih ada tanda-tanda perpecahan dalam kelompok, dengan Menteri Energi Venezuela Eulogio Del Pino mengatakan pemulihan harga harus lebih berkaitan dengan gangguan pasokan yang tak terduga dari pada keberhasilan strategi OPEC.

Trend Pasar

Para peramal termasuk Badan Energi Internasional dan Goldman Sachs Group Inc. mengatakan berlimpahnya pasokan minyak mentah akhirnya berkurang karena pendekatan Arab Saudi dalam menekan tingginya biaya para pemasok – ditentang oleh sebagian besar anggota OPEC saat diresmikan pada akhir 2014 lalu – akhirnya terbayar. Kelompok ini kemungkinan tidak akan mengubah tujuannya dalam pekan ini, menurut analis yang disurvei oleh Bloomberg.

“Saya pikir tren pasar lebih baik sekarang” dan rasa urgensi yang mendorong produsen memikirkan kesepakatan untuk membekukan produksi pada bulan April telah hilang, Emmanuel Ibe Kachikwu, menteri negara sumber daya minyak bumi Nigeria, mengatakan kepada wartawan di Wina. Sementara harga bergerak “ke arah yang benar, saya pikir perlu akselerasi yang lebih dari langkahnya,” lanjutnya.

Sementara menteri dari Venezuela Del Pino menyesalkan kegagalan perjanjian pembekuan, yang diblokir oleh Arab Saudi karena Iran tidak akan berpartisipasi, menurutnya gangguan yang tidak direncanakan di Kanada, Nigeria, dan Kuwait telah efektif menutup produksi minyak mentah.

“Jika Anda memperhitungkan apa yang terjadi dalam tiga atau empat bulan terakhir” telah terjadi pembekuan secara “de facto”, Del Pino mengatakan kepada wartawan di Wina, pada hari Rabu. Lebih dari 3 juta barel produksi harian keluar dari pasar, katanya.(hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.