Mercedes Tak Permasalahkan Rivalitas Hamilton dan RosbergLondon – Bos Mercedes Toto Wolff menegaskan bahwa tim itu memang membiarkan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg bersaing mengejar keunggulan sekecil mungkin karena keduanya diperlakukan setara di Mercedes.

Seiring dengan dominasi Mercedes di awal musim ini, hubungan antara dua pebalap yang untuk sementara menempati dua tangga teratas klasemen pebalap itu jadi sedemikian panas. Dalam balapan terakhir, Hamilton bahkan menduga Rosberg sengaja melakukan kesalahan dalam kualifikasi demi mengamankan pole.

Usai balapan Hamilton memang menegaskan bahwa ia dan Rosberg masih tetap berteman setelah menjernihkan situasi, tapi Wolff mengakui bahwa hubungan dua pebalap itu sangat mungkin tetap panas selama mereka masih bersaing di kejuaraan dunia.

“Ini merupakan sebuah hubungan intens tapi intensitas itu normal: mereka berdua orang yang kompetitif dan mereka bertarung untuk kejuaraan dunia,” kata Wolff kepada situs resmi Mercedes yang dikutip Planet F1.

“Mereka berdua punya mobil yang kompetitif dengan kekuatan dan kelemahan sama persis, jadi mereka harus mengejar sesedikit mungkin keunggulan yang ada. Kita sudah melihat banyaknya pembahasan mengenai hubungan mereka, tapi bukan itu kunci akan musim yang sukses: itu adalah sebuah pekerjaan, bukan liburan, dan para pebalap pertama-tama harus bekerja untuk dan dengan tim,” bebernya.

Namun demikian, Wolff menepis anggapan bahwa rivalitas Hamilton dan Rosberg bisa jadi sepanas Ayrton Senna dan Alain Prost di akhir 1980-an dan di awal 1990-an.

“Belakangan banyak perbandingan kepada skenario Senna/Prost, yang mana seperti jadi sanjungan untuk Lewis dan Nico. Tapi situasinya di sini sama sekali berbeda. Filosofi balap Mercedes-Benz adalah membiarkan pebalapnya bersaing: kami membiarkan anak-anak bermain dengan mainan mereka, terkecuali mereka merusakkannya,” ucapnya.

“Tentu saja saat mereka membalap sedemikian rupa suasana bisa jadi cukup panas tapi para pebalap tahu kami takkan memberi toleransi kepada insiden apapun. Keduanya tahu bahwa mereka bukan cuma mewakili diri mereka sendiri ataupun tim saja, tetapi juga 300 ribu orang di penjuru dunia yang bekerja untuk Mercedes-Benz,” seru Wolff.

Artikel: kontakperkasa futures.