PT KONTAK PERKASA FUTURES – Yen menguat sedikit di sesi awal Asia, Senin, menjelang minggu dengan peristiwa yang menarik perhatian pasar, termasuk sambutan dari gubernur bank sentral top dunia dan kilasan pertama head-to-head kandidat presiden AS.

USD/JPY berpindah ke 100,94, turun 0,03%, sedangkan AUD/USD diperdagangkan turun 0,16% ke 0,7610.

Di Selandia Baru neraca perdagangan melebar ke defisit NZ$3,1 miliar pada bulan Agustus tahun ke tahun, dibandingkan dengan gap NZ$2,7 miliar diharapkan. NZD/USD diperdagangkan pada 0,7229, turun 0,21%, setelah data.

Indeks dolar AS, yang mengukur nilai greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir dikutip pada 95,41.

Dalam seminggu ini, Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berpidato di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung atas waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya. Serta, pidato Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengenai petunjuk baru apakah ECB akan meningkatkan stimulus moneter dalam beberapa bulan mendatang untuk mendorong inflasi dan menopang perekonomian.

Selain itu, kata sambutan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda akan diamati dengan teliti setelah keputusan BoJ minggu lalu yang mengubah kerangka kebijakannya. Bank sentral Jepang itu menahan diri untuk memangkas suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif atau memperluas program pembelian aset pada pertemuan kebijakan moneternya, bukannya beralih dalam menargetkan suku bunga sebagai cara untuk mencapai target inflasi.

Debat pertama capres Partai Demokrat Hillary Clinton dan capres Republik Donald Trump akan menjadi peristiwa besar lain bagi pasar di hari Senin.

Pekan lalu, dolar AS sedikit pulih terhadap enam mata uang utama lainnya pada hari Jumat, tetapi tetap berada di dekat level terendah dua minggu dengan para pedagang terus mencerna pengumuman kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan.

The Fed pertahankan suku bunga tidak berubah pada akhir pertemuan kebijakannya di hari Rabu, tetapi mengisyaratkan bahwa kenaikan bisa datang pada bulan Desember jika pasar tenaga kerja terus membaik.

Pada saat yang sama, bank sentral AS tersebut juga memangkas jumlah ekspektasi kenaikan suku bunga di tahun depan dan tahun 2018, berdasarkan proyeksi median perkiraan yang dirilis bersama dengan pernyataan pasca-pertemuan.

The Fed memiliki pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada awal November dan pertengahan Desember. Ekonom percaya pembuat kebijakan akan menghindari kenaikan suku bunga pada bulan November karena pertemuan tersebut jatuh tepat hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden AS. Pasar saat ini menghargai kesempatan 12,4% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan November, menurut Perangkat Pemantau Suku Bunga Fed.

Serta, Menteri Luar Negeri Inggris Raya Boris Johnson mengatakan ia mengharapkan negaranya akan memulai negosiasi formal Brexit pada awal tahun depan. Komentar tersebut menyarankan bahwa Inggris bisa berada dalam trek yang agak lebih cepat dari harapan pasar untuk berpisah dengan Uni Eropa. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES