Minyak dekati level 2 Bulan Terendah Terkait Kelebihan Stok dan Serangan Paris KontakPerkasa Futures, Minyak diperdagangkan mendekati penutupan terendah dalam lebih dari dua bulan seiring melimpahnya stok global berbalas dengan ketegangan geopolitik setelah Perancis membom Suriah menyusul serangan teroris di Paris.

Futures sedikit berubah di New York setelah merosot 8 persen pekan lalu, yang terbesar sejak Maret. Pesawat-pesawat tempur Prancis membom pusat Negara Islam di Raqqa setelah Perancis mengatakan serangan teror terburuk di Eropa dalam satu dekade diarahkan dari Suriah dan diluncurkan dari Belgia. Pengebor US menempatkan rig yang kembali bekerja untuk pertama kalinya sejak Agustus, data dari Baker Hughes menunjukkan.

Minyak mentah telah turun sekitar 46 persen pada tahun ini di tengah tanda-tanda kelebihan pasokan akan bertahan seiring Organisasi Negara Pengekspor Minyak terus memompa di atas kuota kolektif. Stok dunia telah diperbanyak ke rekor hampir 3 miliar barel seiring produksi yang kuat di OPEC dan di tempat lain, Badan Energi Internasional mengatakan Jumat.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember di $ 40,85 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 11 sen, pada pukul 08:23 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kehilangan $ 1,01, atau 2,4 persen, ke $ 40,74 pada hari Jumat, penutupan terendah sejak 26 Agustus Volume semua berjangka yang diperdagangkan yakni sekitar 6 persen di atas rata-rata 100 hari.

Brent untuk pengiriman Januari yakni 15 sen lebih tinggi pada level $ 44,62 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Kontrak Desember berakhir Jumat setelah jatuh 1 persen ke level $ 43,61. Minyak mentah patokan Eropa ini berada di premi sebesar $ 2,49 untuk WTI Januari. (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.