Minyak Diperdagangkan Dekati Level 6 Tahun Terendah KontakPerkasa Futures, Minyak diperdagangkan mendekati harga terendah dalam enam tahun di tengah spekulasi melimpahnya stok global yang mendorong harga ke bear market akan berkepanjangan.

Futures sedikit berubah di New York setelah tergelincir 1,5 persen kemarin. Sementara stok minyak mentah AS diproyeksikan menurun untuk minggu keempat sampai 14 Agustus, persediaan akan tetap lebih dari 90 juta barel di atas rata-rata lima tahun untuk sepanjang tahun ini. OPEC mungkin berbuat banyak untuk menghentikan penurunan harga dan kebutuhan produsen dari luar kelompok untuk membantu mengurangi pasokan, kata Menteri Energi Aljazair.

Minyak telah merosot lebih dari 30 persen dari puncak penutupan tahunnya di bulan Juni di tengah tanda-tanda bahwa melimpahnya stok global akan bertahan. Pulihnya pasokan dari Iran setelah penghapusan sanksi internasional dapat meningkatkan output dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak ke rekor 33 juta barel per hari, menurut perwakilan OPEC Iran.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di level $ 41,86 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 1 sen, pada pukul 11:41 siang waktu Sydney. Kontrak turun 63 sen ke level $ 41,87 pada hari Senin, yang merupakan penutupan terendah sejak Maret 2009. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 34 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga menurun sebanyak 21 persen tahun ini.

Brent untuk pengiriman Oktober berada 13 sen lebih rendah di level $ 48,61 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Kontrak turun 45 sen ke level $ 48,74 kemarin. Minyak mentah patokan Eropa ini diperdagangkan pada premium $ 6,22 untuk WTI dalam bulan yang sama.(hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.