PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Harga minyak terdorong melemah di sesi perdagangan Eropa pada hari Kamis ini, setelah investor mengunci keuntungan dari satu hari pergerakan terbesar dalam lebih dari dua bulan.

Minyak mentah untuk pengiriman Agustus di Bursa Perdagangan New York turun 45 sen, atau 0,9%, untuk diperdagangkan di $49,43 per barel pada pukul 14.48 WIB.

Sehari sebelumnya, minyak New York diperdagangkan reli $2.03, atau 4,24%, kenaikan terkuat dalam sehari sejak bulan April, setelah data menunjukkan bahwa pasokan minyak di AS turun lebih dari yang diperkirakan pekan lalu, sementara produksi minyak mentah domestik terus menurun.

Badan Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa persediaan minyak mentah turun 4,1 juta barel di pekan lalu menjadi 526,6 juta. Para analis pasar mengharapkan penurunan stok minyak mentah sebesar 2,4 juta barel.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS berada di 8.62 juta barel per hari pada pekan lalu, turun dari puncak produksi yang lebih dari 9,6 juta barel per hari tahun lalu.

Minyak menerima dorongan lebih lanjut setelah meredanya kekhawatiran keputusan yang mengejutkan bahwa Inggris Raya berpisah dengan Uni Eropa, meningkatkan keinginan untuk memiliki aset berisiko.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman September merosot 44 sen, atau 0,86%, diperdagangkan pada $50,88 per barel, setelah melonjak $2,06, atau 4,18%, pada hari Rabu.

Kekhawatiran pengurangan produksi yang tajam dari mogok pekerja di sektor minyak Norwegia, hanya akan menyebabkan penurunan sekitar 7%, menurut Direktorat Minyak Norwegia.

Sekitar 7.500 pekerja pada tujuh ladang minyak dan gas di Norwegia akan mogok dari hari Sabtu jika gaji baru tidak disepakati sebelum batas waktu hari Jumat. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES