Minyak Mendekati Level $50 Bersiap Catat Penguatan Mingguan Terbesar Sejak Agustus KontakPerkasa Futures, Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus lalu di tengah spekulasi kenaikan permintaan akan mengurangi melimpahnya global.

Minyak berjangka naik sebanyak 0,6 persen di New York dan naik sebesar 8,9 persen pekan ini. Sebuah “disiplin modal baru” dalam industri akan memungkinkan konsumsi untuk mengejar ketinggalan dengan pasokan, meningkatkan harga, menurut Gary Ross, pendiri dan ketua PIRA Energy Group, hari Kamis. Penggunaan minyak dunia akan lebih meluas dari perkiraan tahun ini, menurut Sekretaris Jenderal OPEC Abdalla Salem El-Badri.

Minyak ditransaksikan di atas $50 per barel pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak Juli lalu terkait tanda-tanda meningkatnya permintaan akan memangkas surplus yang mendorong harga ke level terendah dalam enam tahun terakhir. Stok minyak mentah AS tetap sekitar 100 juta barel lebih dari lima tahun rata-rata musiman sedangkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak terus memproduksi minyak di atas kuotanya.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik sebanyak 28 sen ke level $49,71 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $49,57 pukul 11:52 pagi waktu Sydney. Kontrak WTI tersebut naik $1,62 ke level $ 49,43 pada hari Kamis. Volume perdagangan semua berjangka sekitar 71 persen di atas SMA 100 hari.

Brent untuk pengiriman November naik sebanyak 36 sen, atau sebesar 0,7 persen, ke level $53,41 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak brent naik sebesar 10,6 persen pekan ini. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan lebih tinggi $3,69 dibandingkan minyak WTI. (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.