PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak berjuang di dekat posisi terendah bulan April di sesi perdagangan Eropa, Rabu (3/8), tetap di wilayah pasar zona merah dengan investor memandang ke depan pada informasi mingguan baru stok minyak mentah AS dan produk olahan.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan persediaan minyak pukul 21.30 WIB, Rabu di tengah ekspektasi untuk penurunan 1,4 juta barel.

Persediaan bensin diperkirakan turun 200.000 barel sementara stok sulingan, yang meliputi minyak bakar dan diesel, diperkirakan akan turun 482.000 barel, menurut analis.

Setelah pasar ditutup Selasa, American Petroleum Institute mengatakan bahwa persediaan minyak AS turun 1,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 29 Juli. Hal ini juga menunjukkan penurunan sebesar 450.000 barel dalam stok bensin. Untuk persediaan distilasi termasuk diesel, API melaporkan peningkatan sebesar 539.000 barel.

Minyak mentah untuk pengiriman September di Bursa Perdagangan New York jatuh ke sesi terendah $39,38 per barel. Harga terakhir di $39,53 pukul 14.54 WIB, naik 2 sen, atau 0,05%.

Sehari sebelumnya, minyak New York diperdagangkan merosot ke $39,26, tingkat yang tidak terlihat sejak April 18. Minyak mentah berjangka WTI hampir 23% lebih rendah dari level tertinggi tahun 2016 di atas $50 per barel pada awal Juni, secara teknis menempatkannya di wilayah pasar zona merah, dengan tanda-tanda pemulihan kegiatan pengeboran AS yang sedang berlangsung dikombinasikan dengan peningkatan stok produk bahan bakar yang turut membebankan.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun tipis 3 sen, atau 0,07%, ke $41,77 per barel, setelah jatuh ke level terendah lebih dari tiga bulan di $41,51 pada hari Selasa.

Brent berjangka London diperdagangkan turun hampir 21% sejak mencapai puncaknya di atas $50 pada awal Juni, akibat prospek peningkatan ekspor dari produsen Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Irak, Nigeria dan Libya, menambah kekhawatiran bahwa membanjirnya produk minyak akan memotong permintaan minyak mentah oleh penyuling.

Pasokan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah meningkat menjadi 33,41 juta barel per hari (bph) pada bulan Juli dari revisi 33,31 juta barel per hari pada bulan Juni, menurut survei berdasarkan data pengiriman dan informasi dari sumber-sumber industri. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES