Minyak Perpanjang Kenaikan Terkait Iran Dukung Pembekuan Output KontakPerkasa Futures, Minyak memperpanjang kenaikan di atas level $ 31 per barel terkait Iran mendukung proposal oleh Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan produksi pada tingkat yang mendekati rekornya, tanpa mengatakan apakah itu akan menekan outputnya sendiri.

Kontrak naik sebanyak 3,5 % di New York setelah kemarin melonjak 5,6 %. Iran mendukung langkah-langkah untuk menstabilkan pasar termasuk output yang berskala kecil, menurut Menteri Perminyakan, Bijan Namdar Zanganeh setelah pembicaraan dengan Qatar, Irak dan Venezuela, laporan dari kantor berita Shana. Stok minyak mentah AS diperkirakan telah meningkat 3,5 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis data pemerintah hari Kamis.

Harga minyak masih turun 16 % pada tahun ini setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak secara efektif untuk melebihi target produksinya pada awal Desember dan persediaan minyak mentah AS melonjak ke level tertinggi sejak 1930 silam. Zanganeh tidak menyebutkan apakah Iran, produsen terbesar kedua OPEC sebelum sanksi itu diintensifkan pada tahun 2012, akan beralih dari rencana untuk memulihkan ekspor setelah pencabutan hukuman bulan lalu.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik $ 1,06 ke level $ 31,72 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 31,28 pada pukul 09:11 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kemarin meningkat $ 1,62 ke level $ 30,66. Total volume perdagangan sekitar 17 % di atas rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman April meningkat sebanyak 49 sen atau 1,4 %, ke level $ 34,99 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga minyak menguat $ 2,32 ke level $ 34,50 pada hari Rabu. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada premium dari level $ 1,41 dibandingkan minyak mentah WTI untuk bulan April. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.