2Minyak mentah rebound dari level harga penutupan terendah sejak Mei 2009 lalu ditengah volatilitas perdagangan yang tinggi dalam lebih dari 3 tahun terakhir setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi merasa optimis mengenai permintaan minyak mentah global di masa mendatang.

Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) naik sebesar 2.6% di New York, memangkas penurunan mingguan ke-4. WTI telah berada pada level tertingginya sejak Oktober 2011 lalu, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg. Arab Saudi dan OPEC tidak akan menemukan œkesuilitan, jika tidak mustahil guna menurunkan pangsa pasar dengan memangkas pasokan, menurut Menteri Perminyakan Ali Al-Naimi.

Minyak mentah telah mengalami penurunan lebih dari 25% sejak Arab Saudi memimpin keputusan bulan lalu ketika OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) mempertahankan target output secara kolektif. Perusahaan minyak AS melanjutkan produksinya pada level yang mencatat rekor, sehingga berkontribusi kepada penurunan global dan mendorong spekulasi bahwa mereka akan berkompetisi dengan 12 anggota grup OPEC pada pangsa pasar.

WTI untuk pengiriman Januari naik sebesar $1.39 ke level $55.50 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada level $54.55 pukul 2:52 siang ini waktu Singapura. Kemarin kontrak berjangka WTI yang berakhir hari ini turun $2.36 ke level $54.11. Kontrak berjangka minyak untuk bulan Februari catat gain 45 sen ke level $54.81. Total volume sebesar 29% diatas 100 hari rata-rata. Harga kontrak tersebut telah mengalami penurunan 45% sepanjang tahun 2014 ini.

Artikel: kontakperkasa futures.