PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak jatuh tajam pada awal sesi Eropa, Rabu, akibat pelaku pasar menunggu informasi mingguan terbaru stok minyak mentah AS dan turunannya.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan persediaan minyak pukul 21.30 WIB di tengah harapan pelemahan 455.000 barel.

Persediaan bensin diharapkan turun sebesar 1.166 juta barel sementara stok minyak sulingan, yang meliputi minyak bakar dan diesel, diperkirakan meningkat 400.000 barel, menurut analis.

Setelah pasar ditutup Selasa, American Petroleum Institute mengatakan bahwa persediaan minyak AS meningkat dengan mengejutkan 4.46 juta barel dalam pekan yang berakhir 19 Agustus.

Hal ini juga menunjukkan penurunan 2,1 juta barel dalam stok bensin, sedangkan minyak sulingan menunjukkan hasil pelemahan sebesar 800.000 barel pada pekan ini.

Minyak mentah untuk pengiriman Oktober di Bursa Perdagangan New York merosot 74 sen, atau 1,54%, diperdagangkan pada $47,36 per barel pukul 14.48 WIB, setelah naik 69 sen, atau 1,46%, pada hari Selasa.

Sementara itu, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober anjlok 60 sen, atau 1,2%, untuk diperdagangkan pada $49,36 per barel setelah naik 80 sen, atau 1,63%, di sesi sebelumnya.

Keuntungan minyak pada Selasa mengikuti laporan Reuters mengatakan bahwa Iran mengirimkan sinyal positif yang mungkin mendukung aksi bersama untuk menopang pasar minyak. Iran tidak bersedia untuk berpartisipasi di kesepakatan musim semi lalu dalam membekukan produksi.

OPEC mengadakan pertemuan informal untuk membahas lagi pembekuan produksi di akhir bulan depan.

Selama dua minggu terakhir, harga minyak mentah melonjak hampir $10 per barel, atau hampir 25%, di tengah spekulasi produsen minyak utama, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, mempertimbangkan kembali pembekuan produksi kolektif dalam upaya mendukung pasar.

Namun, analis telah memperingatkan bahwa kemungkinan pemasok, khususnya anggota OPEC, menyepakati kesepakatan yang terbatas.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan persaingan politik dalam menggabungkan konsensus.

Indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran AS juga membebankan. Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengeboran sumur minyak di AS pekan lalu meningkat 10 menjadi 406, kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut dan peningkatan 11 kalinya dalam 12 minggu.

Beberapa analis telah memperingatkan bahwa reli harga saat ini bisa merugikan diri sendiri, karena mendorong produsen shale AS untuk mengebor lebih banyak, menggarisbawahi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES