Minyak Turun Pasca Mencatat Gain Tajam Selama 3 Hari KontakPerkasa Futures, Minyak turun setelah mencatat kenaikann tajamnya tiga hari dalam 25 tahun sebelum perkiraan data pemerintah AS yang menunjukkan stok minyak mentah meluas di konsumen minyak terbesar dunia tersebut.

Minyak berjangka turun sebanyak 4% di New York setelah melonjak 27% dalam tiga hari hingga Senin, yang tertajam sejak Agustus 1990. kemungkinan persediaan meningkat sebanyak 700.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Administrasi Informasi Energi pada Rabu. OPEC mengatakan siap untuk berbicara dengan produsen global lainnya untuk mencapai “harga yang adil dan wajar,” menurut Group majalah bulanan.

Minyak menguat pada bulan Agustus untuk kenaikan bulanan pertama sejak Mei karena meredanya kekhawatiran atas perlambatan di AS dan China, dan ditengah tanda-tanda melimpahnya pasokan global yang dapat berkurang. OPEC tidak akan setuju untuk membawa beban menopang harga dengan memangkas pasokan dan negara non-anggota harus memberikan kontribusi, menurut buletin.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun sebanyak $ 1,97 ke level $ 47,23 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 47,34 pada 10:47 pagi waktu Sydney. Kontrak naik $ 3,98 ke level $ 49,20 pada hari Senin. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah lebih dari enam kali atas rata-rata 100 hari. Harga naik 4,4% pada Agustus.

Jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun sebanyak $ 1,99, atau 3,7%, ke level $ 52,16 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Ini naik $ 4,10 ke level $ 54,15 pada hari Senin. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 4,87 dibanding WTI.(hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.