Minyak Turun Pasca Penguatan Tertajam 2-Harinya Sejak 2009 KontakPerkasa Futures, Minyak menghentikan kenaikan pasca gain dua hari terbesarnya sejak 2009 sebagai kegiatan pengeboran AS ditopang peningkatan nya.

Minyak berjangka turun sebanyak 1,6% di New York, siap untuk penurunan bulanan ketiga. Jumlah rig aktif di AS naik untuk minggu keenam yang tertajam sejak Mei, data dari dari Baker Hughes Inc. menunjukan. Indeks harga fluktuasi minyak naik pada Jumat ke level tertinggi sejak 31 Maret.

Minyak rebound di atas level $ 45 per barel pekan lalu di tengah reli pada harga komoditas dan ekuitas karena meredanya kekhawatiran atas perlambatan di AS dan China. Harga masih turun lebih dari 25% dari level penutupan puncaknya di tahun ini pada bulan Juni terkait spekulasi bahwa melimpahnya pasokan global yang akan terus berkelanjutan.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun sebanyak 70 sen menjadi $ 44,52 per barel dalam New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 44,63 pada 10:35 pagi waktu Sydney. Kontrak naik 17% hingga dua hari yang berakhir hari Jumat, yang terbesar sejak Januari 2009. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah lebih dari tiga kali lebih besar dari rata-rata 100-hari. Harga turun 5,4% pada bulan tersebut.

Minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun sebanyak 78 sen, atau 1,6%, ke level $ 49,27 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Harga 5,4% lebih rendah pada bulan Agustus, ditetapkan untuk penurunan bulanan keempat. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 4,76 dibanding WTI.(hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.